Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Palangka Raya Juara Pertama Lomba Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu

Redaksi 27-05-2023, 02:24 WIB 1 menit baca
Salah satu peserta saat mengikuti Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu. (FOTO:ISTIMEWA)
Salah satu peserta saat mengikuti Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Gelaran Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2023 dalam menyambut HUT ke 66 Kalteng menyajikan serangkaian acara menarik yang berhasil memukau pengunjung.

Pengunjung dari palangka raya, bahkan dari luar kota pun memadati Gor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut, Sabtu (27/05/2023) untuk melihat secara langsung Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu.

Berdasarkan penilaian akhir, juara pertama diraih oleh perwakilan dari kota Palangka Raya, juara kedua diraih oleh perwakilan dari kabupaten Murung Raya, dan juara ketiga diberikan kepada perwakilan dari Kabupaten Sukamara.

Tim juri yang bertanggung jawab dalam menilai peserta berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan terdiri dari tiga orang, dipimpin oleh Martinus Runting, didukung oleh Yantro dan Muris Gerson. Sementara Markorius sebagai koordinator Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu.

Martinus mengatakan, Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu bertujuan untuk memperagakan salah satu bentuk dari pada pemanfaatan hutan secara tradisional di kalangan masyarakat Dayak dengan menggunakan beliung sekaligus memberikan tontonan yang menarik.

“Kegiatan ini Memuat pesan lestari hutan sebagai bagian dari pada upaya menumbuh dan mengembangkan kesadaran akan arti penting kesadaran lestari hutan di tengah kehidupan manusia,”tuturnya.

Dia menambahkan, Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu terdiri dari tiga tahapan, yaitu maneweng (menebang), manetek (memotong), dan menyila (membelah). Peserta diharapkan mengenakan busana khas daerah setempat untuk menjaga keaslian budaya.

“Keamanan menjadi prioritas dalam lomba ini. Setiap peserta diwajibkan memperhatikan jarak dengan peserta lain serta menggunakan alat dengan penuh kewaspadaan. Setiap peserta menebang satu kali, memotong satu kali dengan mendapatkan dua potongan kayu,”katanya.

Setelah itu sambungnya, potongan kayu dibelah menjadi delapan bagian sehingga menghasilkan enam belas bilah. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan semua tahapan lomba adalah 15 menit, termasuk waktu persiapan. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard