Satu Bulan Kedepan Kotim Masih Rawan Terjadi Karhutla
SB, SAMPIT – Masyarakat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), karena berdasarkan data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotim hingga sampai satu bulan kedepan masih terjadi kemarau.
Maka berpotensi besar kebakaran hutan dan lahan di Kotim makin meluas, maka dari itu peran semua pihak diharapkan untuk bersama-sama mengantisipasi dalam melakukan pencegahan.
“Hujan masih bisa saja terjadi namun masih rendah, yaitu yang terdampak hujan di wilayah hulu atau utara Kotim dengan intensitas rendah dan durasi singkat,” kata Prakiraan BMKG Kotim, Rahmat W Abadi saat dikonfirmasi pada Jumat (15/9/2023).
Dirinya juga mengatakan, hujan yang terjadi beberapa hari ini sifatnya sementara pasalnya diakibatkan faktor cuaca jangka pendek.
Sebab hasil perkiraan musim hujan di Kotim masuk mulai Oktober dasarian II dimulai dari utara dulu, ke tengah, lalu ke selatan artinya tidak merata.
"September ini Kotim tetap masuk puncak musim kemarau tetapi di wilayah selatan. Daerah selatan yang perlu diwaspadai yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut,” ungkapnya.
Nanti setelah 14 hari akan pihaknya akan evaluasi kembali, apakah kondisi kotim masih seperti ini, jika ia maka akan kami perpanjang status tanggap darurat. (f1/sb)