seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Siap Hadapi Pemilu, Polres Gumas Laksanakan Simulasi Sispamkota

by Redaksi - Tanggal 13-10-2023,   jam 10:02:56
Tampak aparat kepolisian sedang melaksanakan simulasi. (FOTO:ISTIMEWA) Tampak aparat kepolisian sedang melaksanakan simulasi. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Ratusan personel Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) bersama TNI dan stakeholder terkait melaksanakan simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota), dalam rangka pengamanan pemilihan umum (pemilu) di tahun 2023-2024, baik pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres).

“Simulasi sispamkota ini untuk antisipasi adanya gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam pengamanan pemilu tahun 2023-2024, sehingga setiap tahapan pemilu berjalan aman, tertib dan lancar,” ucap Kapolres Gumas AKBP Asep Bangbang Saputra, Kamis (12/10/2023).

Dia mengatakan, simulasi melibatkan 182 personel polres dan TNI, yang bertujuan untuk memantapkan kemampuan serta kesiapan personel yang akan melakukan pengamanan pemilu, pada penanganan unjuk rasa maupun konflik sosial. Setiap personel harus tanggap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ini akan menjadi bekal personel dalam menjalankan tugas pengamanan pemilu. Saat bertugas di lapangan, harus memahami standar operasional prosedur (SOP) dan bertindak cepat serta cepat. Tidak boleh ada keraguan,” tegasnya.

Selain simulasi sispamkota, lanjut dia, nanti juga akan dilakukan kegiatan seperti simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), pelaksanaan pengamanan kampanye, dan pengawalan pada saat kedatangan tamu VVIP ke wilayah hukum Polres Gumas.

“Harus ada kebersamaan dan kekompakan dari semua lintas sektoral dalam setiap pengamanan pemilu, karena itu menjadi modal awal dalam menyukseskan pesta demokrasi sehingga berjalan aman, tertib dan lancar,” tuturnya.

Dalam pengamanan pemilu, Polres Gumas menyiapkan personel di tempat yang berpotensi terjadi konflik atau gangguan kamtibmas. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.

“Apapun pilihan masyarakat, walaupun berbeda, namun tetap harus bisa menjaga keamanan dan kenyamanan bersama dalam menyambut pemilu,” ujarnya. (sb)