Aliansi Masyarakat Peduli Desa Bangkal saat menggelar unjuk rasa di depan Polda Kalteng, Senin (16/10/2023) pagi. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA - Puluhan warga mengatasnamakan diri mereka Aliansi Masyarakat Peduli Desa Bangkal melakukan aksi menggeruduk Polda Kalimantan Tengah, pada Senin (16/10/2023) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Aksi ini dilatar belakangi atas tewasnya masyarakat Desa Bangkal dalam bentrok yang terjadi di kawasan areal perkebunan kelapa sawit milik PT Hamparan Massawit Bangun Persada (HMBP), beberapa waktu yang lalu.
Koordinator Lapangan Aksi, Supantri mengungkapkan, aksi turun ke jalan yang dilakukan ini merupakan bentuk tindak lanjut tentang kejadian yang terjadi di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan.
“Kami mengajukan tujuh tuntutan yang disampaikan kepada pihak Polda Kalteng terkait insiden yang terjadi hingga menewaskan salah seorang warga Desa Bangkal tersebut,” kata di lokasi aksi.
Disebutkannya, tuntutan itu antar lain adalah meminta Kapolri untuk mepercepat pengusutan kasus dan segera menetapkan tersangka terkait insiden penembakan dan pemberi perintah menembak.
“Kami meminta pelaku dan pemberi intruksi disanksi adat menurut Adat Dayak Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Sambungnya, pihaknya juga meminta Kapolri Untuk Memberhentikan Kapolda Kalimantan Tengah, Kapolres Seruyan serta Pelaku penembakan dan pemberi intruksj bersama jajaran yang terlibat. Lalu meminta kepada Kapolri menarik mundur semua personil aparat Polri dari Desa Bangkal
Meminta Kepada Kapolri untuk aparat Polri tidak Boleh ngelam disetiap perusahaan di Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah. Meminta kejelasan hukum yang telah ditanam di luar Hgu di dalam Hutan Produksi dan di dalam hutan konservasi.
“Kami mendesa Gubernur Kalimantan Tengah bersama OPD terkait untuk segera merealisasikan membentuk satgas plasma perkebunan sebesar 20% sesuai apa yang telah disampaikan oleh gubernur tersebut,” tutupnya. (sb/sb)