Petani Padi di Kotim Mengalami Penurunan
SB, SAMPIT – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kondisi pertanian mengalami penurunan dibandingan dengan data sepuluh tahun lalu.
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman mengatatakan, itu karena para petani sekarang melakukan peralihan, yaitu gencarnya dulunya lahan digunakan untuk padi sekarang dijadikan perkebunan kepala sawit.
“Kondisi saat ini sawit sedang gencar. Yang tadinya padi banyak dijadikan lahan sawit begitu juga ada yang dulu bertani berhenti lalu menjadi buruh perkebunan. Ini sangat pengaruh untuk usaha perorangan,” terangnya, Sabtu (9/12/2023).
Disampaikannya, pada tanggal 4 Desember 2023 kemarin pihaknya juga sudah merilis gambaran umum dalam buklet hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 tahap I Kabupaten Kotim.
Eddy menjelaskan, berdasarkan hasil gambaran umum sensus pertanian di Kotim diantaranya jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) 36.964 rumah tangga dan usaha pertanian perorangan (UTP) 37.798 unit. Jumlah usaha tani berbadan hukum 52 unit dan jumlah pertanian lainnya 14 unit.
"Sementara petani milenial usia 19-39 tahun sebanyak 18.416 orang atau 51,64 persen dari jumlah petani. BPS melakukan sensus pertanian 10 tahun sekali,” tukasnya. (f1/sb)