Tegas! Ini Tanggapan RSUD dr Murjani Sampit Isu Penolakan Pasien
SB, SAMPIT - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sutriso menanggapi terkait kurangnya pelayanan dan penolakan pasien yang sempat heboh di medsos beberapa hari lalu.
"Pasien itu sudah dilayani, diperiksa dan tes kesehatannya. Tidak ada yang ditolak, awalnya hanya miss komunikasi saja,” kata Sutriso di Sampit, Selasa (16/1/2023).
Menurut Sutrisno menolak pasien itu tidak benar tapi adanya miss komunikasi. Pasalnya pihak keluarga pasien tidak mengkonfirmasi lebih dulu bahwasnya menggunakan BPJS. Pada saat pembayaran keluarga pasien juga tidak beritahu kalau ternyata dari kelaurga kurang mampu.
"Kalau dia bicara diawal pasti akan kita cari jalan keluarnya, kalau memang kurang mampu dan harus gunakan BPJS ya kita usahakan bantu mengurusnya. Ibunya juga tidak ngomong kalau ditolak dari puskesmas Ketapang 1 karena masalah BPJS. Coba dibicarakan diawal pasti dibantu. Namun waktu itu ibunya tidak masalah ketika harus bayar jadi kami anggap tidak ada masalah waktu itu," ungkapnya.
Lanjutnya, sebelumnya pihaknya sudah mengantisipasi, atas arahan Bupati bahwasanya masyarakat yang tidak mampu itu di cover dengan penerima bantuan iuran (PBI), yakni pembayaran iurannya dibantu oleh pemerintah daerah. Syarat-syaratnya memang dari Dinas Kesehatan harus ada surat keterangan tidak mampu, KTP nya harus Kotim baru kemudian mengurus di BPJS.
"Setelah ibu pasien datang meminta agar supaya BPJS nya berlaku kami pun memberikan bantuan sesuai dengan prosedur untuk kepengurusan BPJS. Jadi bukan menolak,” terangnya.
Sutriso juga mengakui pihaknya sudah melakukan tes kesehatan dan lain sebagainya serta disarankan untuk periksa lab agar bisa rawat nginap pasien.
"Makanya pada rapat kemarin kita harapkan supaya kalau ada kejadian seperti ini cepat kita tanggulangi karena kan kemungkinan ada orang atau pasien tidak mampu dan kita harus cepat tanggapi itu," tutupnya (f1/sb)