Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Angka Kematian Anak Menurun, Sedangkan Angka Kematian Ibu Perlu Terobosan Baru

Redaksi 03-02-2024, 07:59 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2023 berhasil diturunkan.

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi menyampaikan, kematian ibu pada 2023 sama dengan tahun sebelumnya, yakni 11 kematian. Sedangkan kematian bayi menurun dari 108 kematian bayi pada 2022 menjadi 87 kematian bayi pada 2023. 

"Penyebab kematian ibu karena perdarahan dan komplikasi penyakit tidak menular, sedangkan untuk kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, ARDS atau sindrom kegawatan pernapasan akut, lahir prematur dan diare," kata Umar Kaderi, Sabtu (3/2/2024).

Ia menjelaskan, upaya penurunan kematian ibu dan bayi telah dilakukan oleh pihaknya melalui penyediaan rumah tunggu kelahiran, rujukan ibu hamil, dan peningkatan kualitas pelayanan ibu hamil di fasilitas kesehatan primer.

Terutama pihaknya menyediakan fasilitas alat cek hemoglobin dan USG di puskesmas secara bertahap serta peningkatan kapasitas tenaga dokter dan bidan di puskesmas.

"Pemerintah secara bertahap meningkatkan kapasitas dokter dan bidan serta menyediakan peralatan pemeriksaan USG di puskesmas-puskesmas guna menurunkan angka kematian ibu," terang Kadinkes Kotim.

Dirinya berharap semoga pada tahun 2024 ini kematian ibu dan bayi di Kotim terus menurun seiring peningkatan kesadaran masyarakat untuk periksa hamil dan bersalin di fasilitas kesehatan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard