Petugas Kebersihan Kota Palangka Raya Perlu Ditambah
SB, PALANGKA RAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya terus melakukan peningkatan dalam pengelolaan sampah, sehingga perlu sarana prasarana penunjang dan teknologi pengolahan.
Kepala DLH) Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan, pengelolaan sampah tentunya perlu didukung sarana prasarana seperti tempat pembuangan sampah, truk pengangkut sampah dan teknologi pengolahan sampah itu sendiri.
“Selain itu diperlukan juga tenaga kebersihan, sehingga Kota Palangka Raya menjadi Kota Bersih. Bicara soal tenaga kebersihan di Kota Palangka jumlah tenaga kebersihan dan taman yakni ada sebanyak 350 orang,” ucapnya.
Disampaikannya, tenaga kebersihan sebanyak itu masih jauh dari ideal, jadi perlu penambahan agar dalam pengelolaan sampah bisa maksimal namun masih menunggu kebijakan tahun 2024 terkait perekrutan tenaga kontrak, apakah masih sama atau skema outsourcing.
“Jadi untuk rencana merekrut tetap ada. Saat ini sebagian besar tenaga kebersihan dan taman adalah PTT atau pegawai tidak tetap,” ujarnya.
Sementara itu sambung Zaini, Pemko Palangka Raya juga terus berupaya memperbanyak sarana prasarana pendukung pengelolaan sampah. Seperti Tempat Penampungan Sementara (TPS), Tempat Pemprosesan Sampah Terpadu (TPST), depo, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta pusat daur ulang.maupun bank sampah.
“Beberapa waktu lalu empat bank sampah baru telah diresmikan. Dengan demikian total bank sampah di Kota Palangka Raya kini ada 56 unit,” sebutnya.
Baiknya lagi sambung Zaini DLH Palangka Raya telah meluncurkan inovasi berupa aplikasi Info Bang Apul yang merupakan informasi layanan bank sampah, dan jasa operator pengumpul berbasis website. Kemudian aplikasi Info Pak Sam guna memudahkan masyarakat dalam mengetahui lokasi TPS, TPST, depo, TPA, serta pusat daur ulang.
“Dengan adanya kedua aplikasi ini dapat meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (sb/mc)