Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Dapil I Lakukan Reses ke Desa Bapeang, Ini Keluhan Warga

Redaksi 02-11-2022, 05:18 WIB 2 menit baca
SERAP ASPIRASI MASYARAKAT : Anggota Dapil I DPRD Kotim saat melaksanakan reses di Desa Bapeang. FOTO : ISTIMEWA
SERAP ASPIRASI MASYARAKAT : Anggota Dapil I DPRD Kotim saat melaksanakan reses di Desa Bapeang. FOTO : ISTIMEWA

SB, SAMPIT - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Dapil I melaksanakan reses kedua di Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang pada Rabu (2/11/2022) pagi.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kotim dari Dapil I, SP Lumban Gaol dari Fraksi Partai Demokrat yang didaulat sebagai pimpinan rombongan.

Kemudian, Rikson Fabiansyah dari Fraksi Golkar, Pardamean Gultom dari Fraksi Nasdem, Supriyanto dari PKS, Ardiansyah dari Fraksi PAN dan Modika Latifah Munawarah dari Fraksi PDI Perjuangan dan didampingi sejumlah pendamping dari Setwan. 

Lumban Gaol selaku ketua rombongan mengatakan, pada kesempatan tersebut mereka banyak menerima usulan dari masyarakat Desa Bapeang yang bersifat urgen dan mendesak, salah satunya adalah tentang sungai primer.

"Banyaknya aspirasi dari masyarakat disana akan kami rangkum dan disampaikan pada saat paripurna pembacaan hasil reses pada tanggal 7 November mendatang. Sifat urgen yaitu tentang dan mendesak tersebut adalah perlunya segera eksekusi pembersihan sungai primer di Bapeang yang kurang lebih 22 km," ucap Lumban Gaol.

Fraksi Demokrat ini mempertegas, kenapa bersifat urgen dan mendesak karena sudah sangat mengganggu kegiatan aktifitas kehidupan masyarakat Desa Bapeang, yaitu rusaknya semua hasil pertanian masyarakat disaat musim penghujan sekarang sehingga membuat padi warga rusak dan busuk.

Setelah penyampai warga, lanjut Lumban Gaol, mereka langsung turun ke lapangan melihat situasi dan apa yang terjadi memang benar adanya karena disebabkan tidak lancarnya lagi aliran sungai di parit primer tersebut. Jadi setiap terjadi hujan, air masuk ke lahan pertanian sehingga membutuhkan waktu lama untuk kembali surut.

"Nah inilah kami sebut urgen, jadi apa yang disampaikan warga disana akan kami bahas disaat rapat nanti. Dan seperti ini harus segera ditangani, sebab berdampak besar pada pertanian warga," cetusnya.

"Selain itu jalan utama menuju Desa Bapeang dari arah Jalan HM Arsyad mengalami rusak parah. Demikian beberapa kendala urgen yang bisa kami sampaikan," tutupnya. (ok)

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard