Festival Literasi Gumas 2025 Resmi Dibuka, Bunda Literasi Tekankan Pentingnya Budaya Membaca
SB, KUALA KURUN — Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan kunci utama dalam mengakses informasi, memahami dunia, serta membentuk pola pikir kritis dan kreatif.
Di tengah arus deras informasi digital saat ini, literasi menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan dan meraih peluang.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bunda Literasi Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S Monong, saat membuka Festival Literasi Kabupaten Gunung Mas Tahun 2025, Kamis (19/6/2025).
“Melalui festival literasi ini, kita berharap dapat menumbuhkan semangat belajar dan kecintaan terhadap membaca pada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak usia dini hingga orang dewasa,” ujar Mimie dalam sambutannya.
Festival literasi ini menghadirkan beragam kegiatan yang bersifat edukatif dan menginspirasi, diantaranya pameran buku, lomba bercerita, bedah buku dan seminar, serta workshop literasi.
Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga melibatkan guru, orang tua, dan komunitas literasi dari seluruh penjuru Kabupaten Gunung Mas.
“Semoga festival ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Gunung Mas. Mari kita mulai dari keluarga untuk membudayakan membaca dan belajar,” tambah Mimie.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas literasi yang telah disediakan oleh pemerintah, seperti perpustakaan daerah, taman bacaan masyarakat, dan pojok-pojok baca yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursasip) Kabupaten Gunung Mas menyatakan, pihaknya berkomitmen memperluas akses literasi hingga ke pelosok desa.
“Melalui kegiatan seperti festival ini, kami berharap minat baca masyarakat meningkat dan literasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Gunung Mas,” ujarnya.
Festival ini diharapkan menjadi gerakan bersama lintas elemen pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga keluarga dalam memperkuat budaya literasi demi kemajuan daerah dan bangsa. (sb/*)