Orang Utan 12 Tahun di Desa Beringin Makmur Diserahkan ke BKSDA
SB, SAMPIT - Warga Beringin Makmur, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memutuskan menyerahkan seekor orangutan yang sempat dipelihara selama 11 tahun kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengungkapkan pihaknya menerima penyerahan hewan dengan nama latin Pongo pygmaeus wurmbii itu dari warga Jalan Poros, Desa Beringin Makmur, pada Kamis (19/6) kemarin.
"Kami telah menerima penyerahan seekor orangutan dari warga di Desa Beringin Makmur, terlihat sehat," ujar Muriansyah, Jumat (20/6/2025).
Dia menerangkan, orangutan ini sebelum diserahkan telah dipelihara selama sekitar 11 tahun. Menurut Muriansyah, saat ini orangutan tersebut, telah berumur sekitar 12 tahun dengan jenis kelamin betina diserahkan kepada pihaknya.
Dia menceritakan berdasarkan, Keterangan warga yang memelihara orang utan ini, Amel, bahwa awal mulanya orangutan tersebut mulai dipelihara sejak tahun 2014 lalu
Waktu itu saat hutan/ semak belukar di belakang rumah ditebang untuk diolah menjadi kebun kelapa sawit dan saat ditemukan, anak orangutan tersebut tidak bersama induknya.
"Orangutan tersebut di temukan masih kondisi anak di hutan belakang rumahnya sekitar umur 1 tahun. Dengan di beri minum susu, bubur SUN dan pisang hingga besar sampai sekarang," terang Muriansyah.
Warga yang memelihara anak orangutan tersebut sadar bahwa satwa tersebut termasuk hewan yang dilindungi oleh undang-undang, sehingga mereka bersedia menyerahkannya kepada pihak berwenang. "Kami pun langsung bergegas kelokasi untuk mengevakuasi orangutan ini," ungkap Muriansyah.
Usai dievakuasi, orangutan dibawa ke Pangkalan Bun dan tiba pada hari Jum'at sekitar pukul 1 dini hari. "Dan direncanakan, hari ini tim dokter akan melakukan pemeriksaan ulang kondisi Orangutan," imbuh Muriansyah.
Muriansyah mengimbau masyarakat agar tidak memelihara atau menangkap satwa liar, terutama yang dilindungi.
"Kami harap masyarakat segera melapor ke BKSDA jika menemukan satwa liar di luar habitatnya," imbau Muriansyah.
Langkah ini penting untuk mendukung upaya pelestarian satwa liar, khususnya orangutan, yang populasinya terus menurun akibat perburuan dan hilangnya habitat alami mereka. (f1/sb)