Lewati ke konten utama
Provinsi

UPT Taman Budaya Kalteng dan Media Bahas Penguatan Seni Budaya Lokal

Redaksi 23-06-2025, 09:58 WIB 1 menit baca
Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D Binti saat menyampaikan program UPT Taman Budaya dalam memajukan kesenian lokal. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D Binti saat menyampaikan program UPT Taman Budaya dalam memajukan kesenian lokal. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - UPT Taman Budaya Provinsi Kalimantan Tengah bersama sejumlah perwakilan media menggelar pertemuan santai di Kantin Telawang, UPT Taman Budaya, Jalan Temanggung Tilung XIII, Palangka Raya, pada Sabtu pagi (22/6/2025).

Pertemuan ini menjadi ajang diskusi dan silaturahmi sekaligus membahas rencana pertunjukan seni budaya yang digelar pada malam harinya.

Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Sanggar Hagatang Tarung yang jatuh pada 21 Juni 2025.

Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai agenda yang akan digelar dalam rangka HUT sanggar, serta langkah-langkah konkret dalam memajukan seni dan budaya di Kalimantan Tengah agar lebih dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.

Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D Binti, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen melakukan pembenahan dan pengembangan fasilitas serta program di UPT Taman Budaya guna mendukung para pelaku seni dan budaya di daerah.

“Seni budaya adalah legalitas suatu bangsa. Melalui kegiatan ini, kita ingin melestarikan kebudayaan, sejarah, serta adat nenek moyang kita untuk terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan dan peran UPT Taman Budaya.

Wildae menyebut, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara UPT Taman Budaya dan Museum Balanga.

“Kadang masyarakat menyebut UPT Taman Budaya sebagai Museum Balanga, padahal keduanya berbeda. UPT Taman Budaya berada di Jalan Temanggung Tilung, sementara Museum Balanga ada di Jalan Tjilik Riwut,” jelasnya.

Melalui forum obrolan santai ini, pihak UPT Taman Budaya berharap dapat menerima masukan, kritik, dan saran dari insan media, sekaligus mempererat sinergi untuk menyebarluaskan informasi seputar seni dan budaya kepada masyarakat luas.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk memajukan seni budaya, khususnya adat Dayak, dan memperkenalkan potensi budaya Kalimantan Tengah ke tingkat yang lebih luas,” tutup Wildae. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard