Lewati ke konten utama
Pemkab Gunung Mas

Pemkab Gunung Mas Bahas Strategi Penguatan Layanan Kesehatan 2025-2029

Redaksi 25-07-2025, 10:15 WIB 1 menit baca
Wabup Kabupaten Gumas, Efrensia LP Umbing ketika memimpin rapat penguatan layanan kesehatan. (FOTO:DISKOMINFO)
Wabup Kabupaten Gumas, Efrensia LP Umbing ketika memimpin rapat penguatan layanan kesehatan. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, KUALA KURUN – Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing, memimpin Rapat Koordinasi Urusan Kesehatan di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu malam (23/7/2025). Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di Kabupaten Gunung Mas.

Dalam arahannya, Efrensia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) periode 2025-2029, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan 2025-2029, serta proses transisi akreditasi dan layanan rumah sakit berbasis kompetensi.

"Semua ini kita lakukan demi peningkatan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya peluang besar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menyediakan seluruh kebutuhan alat kesehatan (alkes) bagi rumah sakit maupun puskesmas.

Namun, bantuan tersebut hanya akan diberikan jika fasilitas kesehatan tersebut sudah memiliki gedung fisik dan SDM yang memadai.

“Ini berlaku bukan hanya untuk rumah sakit, tetapi juga puskesmas. Kalau gedung dan SDM tidak ada, Kemenkes tidak akan memberikan alkes. Oleh karena itu, kita harus kejar gedung dan SDM,” tegasnya.

Dalam upaya menyambut peluang tersebut, Efrensia menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, yang menyatakan kesiapannya untuk membantu pembangunan fisik fasilitas kesehatan, sementara SDM akan disiapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Ini merupakan kesempatan besar bagi kita untuk menaikkan status kelas rumah sakit,” imbuhnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Sekda Gunung Mas Richard, Asisten Administrasi Umum Letus Guntur, Kepala Bapperida Yantrio Aulia, Kepala BPKAD Hardeman, Direktur RSUD Kuala Kurun Rusni D Mahar, serta jajaran pejabat eselon III Dinas Kesehatan.

Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan rencana kerja lintas instansi agar pembangunan bidang kesehatan berjalan terarah sesuai visi dan misi pembangunan daerah 2025-2029. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard