Lewati ke konten utama
Kotawaringin Barat

Petani Sawit Lamandau dan Sukamara Dapat Pelatihan dari AKPY, BPDP dan Ditjenbun

Redaksi 14-08-2025, 04:41 WIB 3 menit baca
Para narasumber ketika menerangkan kepada para peserta yang mengikuti pelatihan di salah satu hotel di Pangkalan Bun, beberapa waktu lalu. FOTO: ISTIMEWA
Para narasumber ketika menerangkan kepada para peserta yang mengikuti pelatihan di salah satu hotel di Pangkalan Bun, beberapa waktu lalu. FOTO: ISTIMEWA

SB, PANGKALAN BUN - Peningkatan kapasitas dan kemampuan petani sawit terus dilakukan dengan diberikan pelatihan. Kali ini melalui kegiatan pelatihan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) selaku mitra penyelenggara.

Pelatihan diikuti oleh 155 peserta (petani sawit) dari Kabupaten Lamandau dan Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diadakan selama lima hari (11 – 15 Agustus 2025), terbagi menjadi tiga jenis pelatihan yaitu Panen dan Pascapanen, Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, dan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit di salah satu hotel di Pangkalan Bun.

Rincian peserta pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit (diikuti 29 peserta), dan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit (diikuti 30 peserta) dari kabupaten Lamandau. Sedangkan pelatihan Panen dan Pascapanen (diikuti 30 peserta).

Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (diikuti 30 peserta), dan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit (diikuti 32 peserta) dari Kabupaten Sukamara.

Direktur AKPY. Dr. Sri Gunawan, S.P,M.P, mengatakan pelatihan ini terselenggara karena adanya kolaborasi antara AKPY (sebagai pelaksana/penyelenggara) dengan BPDP (dukungan dana) dan Ditjenbun (merekomendasi peserta). Sebagai wujud implementasi dari program pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (SDMPKS). 

"Melalui tiga jenis pelatihan ini, diharapkan kompetensi para petani sawit meningkat. Karena, pentingnya memahami aspek pemetaan, sarana prasarana dan panen dan pascapanen, untuk mendukung dan menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit," ucap Sri Gunawan.

Lanjutnya untuk pelatihan pemetaan sangat penting untuk memahami legalitas lahan mulai dari titik koordinat, batas dan polygon. Kemudian, untuk pelatihan panen dan pascapanen, ini juga tak kalah penting yaitu untuk tracebility Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan oleh petani.

"Sebab, ke depan perusahaan yang menerima TBS-nya harus mengetahui asal usulnya mulai dari asal petani dan lokasi kebunnya. Hal inilah yang harus dipahami oleh petani sawit sehingga asal TBS bisa diketahui," tegasnya 

Selanjutnya, untuk pelatihan Sarana dan Prasarana, ini juga sangat penting. Sebab, dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme petani kelapa sawit. "serta memastikan keberlanjutan usaha perkebunan melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien," jelasnya. 

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon, S.Pi,M.M mengatakan pihaknya menyambut baik atas terselenggaranya pelatihan petani sawit yang diikuti peserta dari kabupaten Lamandau.

"Kami mendukung dan mengapresiasi, karena kegiatan pelatihan sangat bermanfaat bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit. Untuk menambah wawasan dan ilmu dari petani sawit agar lebih baik dalam pengelolaannya dan berkelanjutan," jelasnya. 

"Kami berharap peserta yang mengikuti pelatihan dalam mengelola kebunnya dengan baik dan benar, serta dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan," lanjutnya. 

Hal yang sama dikatakan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dan Penyuluhan, Aries Nantoro, S.P mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Sukamara, Dwi Harsini, S.P menyampaikan pihaknya merespon positif terhadap kegiatan pelatihan petani sawit. Karena upaya ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi petani sawit dari Kabupaten Sukamara, yang kali ini mengikuti tiga jenis pelatihan (pemetaan, sarana prasarana dan panen dan pascapanen).

"Ini dapat meningkatkan kompetensi dan kemandirian para petani sawit di kabupaten Sukamara yang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah," tegasnya. (adm) 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard