Lewati ke konten utama
Pemkab Gunung Mas

Bupati Gumas Hadiri Seminar Internasional Pumpung Hai Borneo di Palangka Raya

Redaksi 26-08-2025, 10:12 WIB 2 menit baca
Bupati Kabupaten Gumas, Jaya Samaya Monong saat menghadiri Seminar Internasional bertajuk International Day of the Worlds Indigenous People Pumpung Hai Borneo. (FOTO:DISKOMINFO)
Bupati Kabupaten Gumas, Jaya Samaya Monong saat menghadiri Seminar Internasional bertajuk International Day of the Worlds Indigenous People Pumpung Hai Borneo. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PALANGKA RAYA - Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong, menghadiri Seminar Internasional bertajuk “International Day of the World’s Indigenous People, Pumpung Hai Borneo (The Great Borneo’s Assembly)” yang digelar di Betang Hapakat dan Kalawa Convention Hall, Palangka Raya, pada Jumat (22/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2025, dalam rangka memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia.

Kehadiran Bupati, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Gunung Mas, menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas dalam bersinergi mendukung Kalimantan sebagai superhub ekonomi Indonesia.

Selain itu, Pemkab Gumas turut mendorong pengembangan Desa Tumbang Anoi sebagai pusat peradaban budaya Dayak bertaraf internasional. Upaya ini dinilai selaras dengan arah kebijakan strategis pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Pulau Kalimantan.

Momen penting dalam seminar ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh lima Gubernur se-Kalimantan, serta para Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Tengah. Kesepakatan ini menjadi landasan untuk memperkuat sinergi pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan.

Seminar dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, pada Kamis (21/8/2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Anggota DPD RI, Agustin Teras Narang, Wakil Gubernur Kalteng, H Edi Pratowo, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Martin Billa, President of Borneo Dayak Forum, Datuk Dr Jeffrey Kitingan, Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi.

Kemudian yang hadir juga unsur Forkopimda Kalteng, Rektor Universitas Palangka Raya, Salampak Dohong, Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S Ampung, Ketua Umum DAD se-Kalteng, Perwakilan DAD se-Kalimantan, Tokoh adat Dayak dari Sabah dan Serawak, serta pimpinan organisasi masyarakat Dayak dan akademisi se-Kalteng.

Selain menjadi forum diskusi strategis bagi masyarakat adat Dayak, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya serta mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di Kalimantan secara inklusif dan berkelanjutan. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard