Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Ketua DPRD Kotim Desak Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Kebun Sawit Sitaan

Redaksi 07-09-2025, 11:09 WIB 1 menit baca
Rimbun
Rimbun

SB, SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menyoroti pengelolaan kebun kelapa sawit yang disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ia menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dan koperasi dalam pengelolaan kebun tersebut agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

“Kami berharap masyarakat dan koperasi bisa mendapat ruang untuk ikut mengelola. Mekanisme silakan menyesuaikan aturan, yang penting warga diberdayakan,” ujar Rimbun, Minggu (5/9/2025).

Rimbun mengungkapkan kekhawatirannya setelah mendengar kabar bahwa lahan sawit hasil sitaan itu sudah mulai dikelola, namun belum tampak tanda-tanda keterlibatan warga sekitar atau koperasi setempat dalam proses tersebut.

Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi masyarakat kecil karena dapat menjadi jembatan antara warga dan kegiatan usaha perkebunan.

“Keterlibatan masyarakat lokal akan memberikan efek positif dari sisi lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Jangan sampai lahan ini hanya menguntungkan pihak tertentu saja,” tegasnya.

Politikus tersebut juga menyinggung nama PT Agrinas yang disebut-sebut menjadi pihak pengelola kebun sawit sitaan tersebut. Ia berharap perusahaan tersebut membuka peluang kolaborasi dengan koperasi atau kelompok masyarakat sekitar agar pengelolaan berjalan lebih transparan dan inklusif.

“Kalau masyarakat ikut terlibat, dampaknya jelas lebih baik. Kami juga meminta adanya sosialisasi resmi kepada publik. Selama ini, kami tidak tahu bagaimana mekanismenya berjalan, tiba-tiba saja sudah beredar kabar dikelola,” tambahnya.

Meski begitu, Rimbun menegaskan bahwa DPRD Kotim tetap mendukung langkah Satgas PKH dalam menertibkan perkebunan ilegal di kawasan hutan. Namun, ia mengingatkan bahwa pasca-penertiban, masyarakat harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru disisihkan.

“Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard