30 September, Sekolah Rakyat di Kotim Siap Operasi
SB, SAMPIT - Sekolah rakyat tingkat SD dan SMA di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mulai beroperasi pada 30 September 2025.
Asisten I Setda Kotim, Rihel mengatakan, seluruh calon siswa berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotim tengah dilakukan pemeriksaan kesehatan.
"Siswa ini husunya dari keluarga kategori desil satu dan dua. Saat ini telah dilakukan tes kesehatan di puskesmas wilayah masing-masing. Hasilnya nanti dilaporkan ke Kadinkes dan Kepala Puskesmas setempat," kata Rihel, Kamis (11/9/2025).
Untuk tingkat SMA 50 peserta dan SD 50 peserta jadi total 100 peserta calon sekolah rakyat . Peserta yang tidak lolos kesehatan, seperti terindikasi TB paru atau hepatitis, tidak bisa ikut dan akan digantikan calon lain.
Mengenai transportasi, pemerintah menyiapkan dua opis yaitu, peserta bisa diantar camat masing- masing menuju Sampit. Namun apabila ada kendala fasilitas, Pemkab akan menjemput langsung.
"Kami siapkan alternatif agar semua peserta bisa ikut tanpa terbebani biaya transportasi," jelasnya.
Dari sisi tenaga pendukung, pemerintah telah menunjuk sekitar 16-17 personel. Mereka terdiri dari wali asuh asrama, dua tenaga kesehatan, operator, serta tiga orang dari bagian keuangan.
Penugasan tersebut akan difinalkan paling lambat Kamis 11 September 2025 dan tidak lagi meminta konfirmasi ulang karena sifatnya penunjukan langsung.
Rihel juga menegaskan logistik peserta sudah dipersiapkan. Jika penjemputan dilakukan 29 September, konsumsi siang dan malam sudah disediakan.
"Persiapan fisik sekolah sudah lengkap, hanya ada kekurangan kecil seperti meubelair dan proyektor. Kalau mendesak bisa dipinjam sementara," tambahnya.
la menilai, secara umum persiapan sudah cukup matang, hanya tinggal menyelesaikan hal-hal teknis kecil.
"Kalau dihitung secara matematika, yang belum siap itu hanya soal personel pendukung. Secara fisik kita sudah siap keseluruhan," pungkasnya. (f1/sb)