Olahan Daun Gelinggang Siswi SMPN 1 Sampit Tembus Olimpiade Internasional
SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memberikan dukungan penuh kepada dua siswi SMP Negeri 1 Sampit, Ilonka Rezky Hyzkia dan Elena Giselle Lantan, yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Penelitian Internasional di Cyberjaya, Malaysia, pada 25–26 September 2025.
Kedua siswi tersebut akan mempresentasikan inovasi mereka berupa produk olahan dari daun gelinggang, tanaman liar yang berhasil mereka olah menjadi produk bernilai guna tinggi.
Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasi atas prestasi membanggakan tersebut. Ia memberikan dukungan moral dan mendoakan keberhasilan kedua pelajar dalam ajang internasional yang bergengsi itu.
“Kita ucapkan selamat kepada anak-anak kita yang berhasil melaju ke olimpiade di Malaysia. Mereka berinovasi mengolah daun gelinggang yang ternyata memiliki manfaat luar biasa,” ujar Halikinnor, Selasa (16/9/2025).
Menurut Halikinnor, inovasi ini menunjukkan potensi besar dari pemanfaatan sumber daya alam lokal jika dikelola secara kreatif. Ia merasa bangga karena ada anak-anak daerah yang mampu menciptakan karya inovatif dan bernilai tinggi dari bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan.
“Daun gelinggang selama ini tumbuh bebas di sekitar kita. Tapi dengan kreativitas, mereka bisa mengubahnya menjadi produk bernilai. Ini luar biasa,” katanya.
Ia juga berharap agar Ilonka dan Elena bisa meraih hasil terbaik dalam kompetisi tersebut, serta mengharumkan nama daerah bahkan negara.
“Harapan kita, mereka bisa membawa nama baik Kotim dan Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Halikinnor menilai bahwa prestasi ini seharusnya menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mendorong siswa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi.
“Anak-anak kita punya talenta, punya kemampuan, bahkan mungkin IQ yang tinggi. Ini bukti bahwa anak-anak dari Sampit bisa bersaing di level dunia,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendukung minat serta bakat siswa.
“Kalau tidak ada dorongan dari orang tua dan guru, anak-anak akan sulit mengembangkan potensinya. Jadi, ini bisa menjadi contoh bahwa tujuan utama bukan hanya menjadi juara, tapi juga memberikan manfaat nyata,” pungkasnya. (f1/sb)