Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Dewan Sambut Baik Pembangunan Pabrik di Pulau Hanaut

Redaksi 17-09-2025, 04:44 WIB 1 menit baca
Zainuddin
Zainuddin

SB, SAMPIT - Anggota Komisi II dapil III, DPRD Kabupaten Kotim, Zainuddin menyambut baik rencana investasi pembangunan pabrik pengolahan (Smelter) yang mencapai senilai Rp160 triliun di wilayah setempat.

Zainuddin menilai kondisi ini pun menjadi angin segar untuk membuka peluang besar bagi pengembangan wilayah, khususnya daerah terisolasi seperti Kecamatan Pulau Hanaut.

"Kita bersyukur jika investasi ini benar-benar terwujud. Tapi jangan sampai tenaga kerja didominasi orang luar, masyarakat lokal harus jadi prioritas," tegas Zainuddin (17/9/2025).

Selain itu, Ia juga mengingatkan agar pihak investor taat aturan dan memperhatikan dampak lingkungan, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Kalaupun nantinya pabrik ini bisa dibangun agar kiranya bisa diperhatikan benar-benar limbahnya. Saya yakin dengan teknisi yang pengalaman tentu dapat mengkaji hal ini," ungkap Zainuddin.

Dia mengakui dengan adanya investasi ini, wilayah yang selama ini tertinggal diharapkan bangkit.

Menurutnya, wilayah Pulau Hanaut ini memiliki berbagai potensi strategis. Selain sektor perkebunan kelapa, potensi wisata pantai dan hasil pertanian setempat diyakini bisa berkembang pesat.

"Tujuan investasi harus jelas? Kami hari meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan malah menyingkirkan mereka," tandas Zainuddin.

Sebelumnya, Bupati Kotim, Halikinnor menyampaikan saat ini sudah ada perusahaan yang melapor kepihaknya dan akan membangun smelter bauksit.

"Pabrik pengolahan bauksit di kawasan Pulau Hanaut ini akan dibangun seluas kurang lebih 16 ribu hektare, membentang dari Cemeti hingga Desa Babaung," ujar Halikinnor.

Kehadiran pabrik raksasa ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadikan Kotim sebagai pusat industri pengolahan hasil bumi di Kalimantan.

Halikin menilai, Pulau Hanaut merupakan salah satu daerah tertinggal, oleh karena itu sebelumnya pihaknya minta di keluarkan CSR untuk membangun wilayah itu. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard