Bupati Kotim Soroti Rendahnya Kepatuhan Perusahaan Terhadap Pajak Alat Berat dan Air Permukaan
SB, SAMPIT - Realisasi pendapatan daerah dari sektor pajak penyewaan alat berat dan Pajak Air Permukaan (PAP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai belum optimal. Hal ini diungkapkan langsung oleh Bupati Kotim, Halikinnor, yang menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan pajak oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Dari 472 unit alat berat yang dimiliki perusahaan, hanya 12 unit yang tercatat memberikan kontribusi pajak. Sementara dari 25 perusahaan pengguna air permukaan, hanya 9 perusahaan yang membayar pajaknya sesuai ketentuan,” kata Halikinnor, Rabu (24/9/2025).
Bupati menilai kondisi ini sebagai salah satu penyebab belum tercapainya target penerimaan pajak daerah, khususnya dari dua sektor tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meskipun beberapa perusahaan mengklaim telah membayar pajak, data pemerintah menunjukkan sebaliknya.
“Banyak perusahaan menyatakan sudah membayar pajak, tapi data kami menyatakan sebaliknya. Untuk alat berat hanya 12, dan untuk PAP hanya 9 yang tercatat membayar,” tegasnya.
Halikinnor menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak taat pajak. Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat potensi pendapatan daerah yang hilang akibat kelalaian atau ketidakpatuhan para pelaku usaha.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Penerimaan dari sektor pajak sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah dan pemeliharaan alat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Kotim akan melakukan penagihan resmi melalui surat peringatan sebanyak tiga kali. Jika perusahaan tetap tidak merespons, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Kita akan menyurati mereka tiga kali. Kalau tetap tidak ada respon, maka kita ambil tindakan tegas,” pungkas Bupati.
Bupati menekankan bahwa pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah. Dana dari sektor pajak sangat berperan dalam pembiayaan infrastruktur, pelayanan publik, dan berbagai program sosial yang langsung menyentuh masyarakat. (f1./sb)