DPRD Kalteng Ingatkan Program Penanggulangan Kemiskinan Harus Lebih Serius
SB, PALANGKA RAYA – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Hero Harapanno Mandouw, meminta pemerintah provinsi agar lebih serius dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, penanganan kemiskinan tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus menyentuh akar persoalan di lapangan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kalteng sejak 2021 hingga 2025 masih berada di kisaran 5 persen lebih. Kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program yang telah berjalan agar hasilnya lebih signifikan.
“Dari 2021 sampai 2025 ini masih berkisar di angka 5 persen. Ini menjadi tantangan ke depan, apalagi jika melihat target yang ditetapkan pemerintah dalam APBD 2026,” kata Hero, Kamis (23/10/2025).
Anggota Komisi III DPRD Kalteng itu menyoroti adanya kesenjangan antara capaian dan target dalam Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) 2026. Dalam dokumen tersebut, pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 4,31 hingga 4,89 persen. Target tersebut dinilai cukup ambisius jika tidak disertai langkah nyata dan konsisten.
“Kami melihat komitmen pemerintah sudah baik dan sejalan dengan percepatan pembangunan. Hanya saja pelaksanaannya harus lebih serius agar target penurunan kemiskinan dapat tercapai,” ujarnya.
Hero menegaskan bahwa program pengentasan kemiskinan harus difokuskan pada penguatan sektor produktif, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. “Langkah konkret pemerintah provinsi harus diperkuat agar target pengentasan kemiskinan sebesar 4,31 hingga 4,89 persen bisa benar-benar tercapai,” pungkasnya. (sb)