Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

DLH Kotim Benahi Sistem Pengangkutan, Volume Sampah ke TPA Turun Drastis

Redaksi 19-11-2025, 08:49 WIB 2 menit baca
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim, Marjuki meninjau mobil pengangkut sampah. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim, Marjuki meninjau mobil pengangkut sampah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembenahan sistem pengangkutan sampah, yang kini mulai menunjukkan hasil positif dengan berkurangnya volume sampah yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengatakan pembenahan sistem tersebut merupakan bagian penting dalam menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan bagi daerah.

“Selain masalah armada, pembenahan sistem ini juga sangat penting. Dan alhamdulillah, setelah kami lakukan itu, secara bertahap kelihatan dampaknya,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Pembenahan yang dilakukan DLH meliputi pengaturan ulang jam angkut sampah, pelibatan komunitas Pedrosa dalam pengangkutan sampah, serta penerapan pemilahan sampah di beberapa depo.

Sinergi bersama komunitas Pedrosa dalam membuang sampah ke delapan depo sampah di Sampit berjalan efektif. Sampah yang masuk ke depo tidak lagi menumpuk karena langsung diangkut menuju TPA sesuai jadwal yang telah ditata ulang.

Pemilahan sampah yang mulai diterapkan di beberapa depo juga berdampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang harus dibawa ke TPA.

Marjuki menyebutkan bahwa saat ini pengangkutan sampah rata-rata hanya 15–17 rit per hari, dengan volume sekitar 70 ton. Bahkan, pada hari tertentu hanya mencapai 10 rit, karena volume sampah harian yang fluktuatif.

“Jauh berkurang dibanding dulu yang sampai 25 hingga 35 rit dengan volume sampai 130 ton per hari,” tegasnya.

DLH Kotim juga terus mengoptimalkan pengawasan serta pengaturan tugas petugas di lapangan. Marjuki bahkan rutin turun langsung ke delapan depo untuk memantau situasi sekaligus memberikan dorongan semangat kepada para petugas.

Saat ini DLH Kotim memiliki 53 PPPK dan 115 PPPK Paruh Waktu yang bertugas di lapangan. Ke depan, pihaknya berencana menambah 29 tenaga outsourcing untuk memperkuat kinerja operasional.

“Kawan-kawan di lapangan itu tidak ada libur. Kalau mereka istirahat sehari saja maka tumpukan sampah jadi lebih banyak. Makanya saat ini yang bisa kami lakukan adalah mengefektifkan waktu pengangkutan sehingga mereka masih sempat beristirahat. Kami akan terus berusaha melakukan yang terbaik,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard