Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Halikinnor Lepas Kontingen Pesparani ke Ajang Tingkat Provinsi Kalteng

Redaksi 19-11-2025, 02:11 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor foto bersama sebelum melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Rohani ke Tingkat provinsi. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor foto bersama sebelum melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Rohani ke Tingkat provinsi. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani) Katolik Kabupaten Kotim yang akan berlaga pada Pesparani Katolik Daerah Pertama Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (19/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati memberikan pesan dan motivasi kepada seluruh peserta agar tampil maksimal dan menjunjung tinggi nilai-nilai rohani serta sportivitas.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan hati, bernyanyilah dengan iman, dan tetap menjaga kekompakan serta sportivitas,” kata Halikinnor.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Kotim tidak hanya sekadar mengejar prestasi, melainkan juga membawa nama baik daerah dalam ajang perdana tingkat provinsi tersebut.

“Tujuan utama kita bukan hanya meraih prestasi. Juara itu kesekian, yang penting adalah keberanian semua peserta serta membawa nama baik Kotim dengan penuh hormat dan keteladanan,” ujarnya.

Ketua Kontingen, Adrianus Salampak, menjelaskan bahwa Kotim mengikuti 10 kategori lomba, meliputi paduan suara, Masmur, cerdas cermat Rohani, bertutur kitab suci.

"Jadi ada 10 kategori yang kami ikuti dengan persiapan selama tiga bulan," jelasnya.

Adrianus juga menyebutkan bahwa Pesparani Katolik Daerah ini merupakan kegiatan perdana yang digelar di Kalimantan Tengah. Pihaknya berharap Kotim dapat meraih hasil terbaik pada beberapa kategori.

“Kalau champion itu berarti dapat emas dan langsung mewakili Provinsi Kalimantan Tengah ke tingkat nasional tahun 2027 nanti,” paparnya.

Ajang ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 November 2025, dengan peserta dari 12 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

“Kita harapkan mereka mengikuti ajang ini dengan sebaik-baiknya. Jika perlu meraih juara dari setiap kategori supaya bisa mewakili Kalimantan Tengah. Karena persaingan cukup ketat, terutama dari Palangka Raya, Pangkalan Bun, Kapuas, dan daerah Barito,” pungkas Adrianus. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard