Bupati Halikinnor: PGRI Harus Jadi Rumah Penguatan SDM Berakhlak dan Berkualitas
SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menegaskan peran strategis Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai mitra daerah dalam menjaga marwah, kehormatan, sekaligus meningkatkan kualitas para guru. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, Sabtu (22/11/2025).
Menurut Halikinnor, PGRI harus hadir sebagai wadah yang mampu mencetak SDM berakhlak mulia, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Saya menitip pesan, jagalah semangat dan kedisiplinan. Setiap perkataan dan teladan Anda adalah pelita yang mengarahkan masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Halikinnor mengingatkan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga role model bagi generasi muda. Di tangan para guru, kata dia, tertanam nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, ketulusan, serta kecintaan terhadap ilmu.
Ia menjelaskan sejumlah komitmen PGRI yang harus didukung bersama, antara lain penguatan kompetensi dan profesionalisme guru, melalui pelatihan, komunitas belajar, dan transformasi pembelajaran, perlindungan hukum dan profesi, agar guru dapat bekerja dengan rasa aman, terhormat, dan bebas dari tekanan, serta peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi guru honorer dan tenaga kependidikan yang masih membutuhkan perhatian lebih besar.
“Pemkab Kotim berkomitmen untuk terus bersinergi dengan PGRI. Pendidikan adalah aset utama kemajuan daerah, dan kita tidak akan pernah mundur dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah ini,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Halikinnor juga melepas kontingen Porsenizar Kabupaten Kotim yang akan bertanding di tingkat nasional di Bandung, Jawa Barat, pada 26 November 2025.
“Saya berpesan kepada seluruh atlet, pelatih, dan official: selama bertanding harus jujur, menjunjung sportivitas, dan tampilkan yang terbaik. Bawalah semangat untuk meraih hasil terbaik,” ujarnya.
Halikinnor berharap momentum peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional dapat menjadi penyemangat memperbaiki dan memajukan dunia pendidikan di Kotim.
“Besar harapan kami kepada guru untuk tetap menjadi inspirasi dan jembatan menuju masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya. (f1/sb)