HUT PGRI, Mahbub Minta Kesejahteraan Guru dan Fasilitas Pendidikan
SB, SAMPIT - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotim, Mahbub menitipkan pesan moral kepada guru pada momen HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, agar menjadi inspirator generasi penerus bangsa.
"Kita sangat berharap dengan peringatan ini, mereka termotivasi untuk selalu berinovasi dan mengembangkan diri serta menambah wawasan dalam menjalankan tugas pokok mengajar dan mendidik,” kata Mahbub, Sabtu (22/11/2025).
Pada momen ini juga Mahbub menegaskan tuntutan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan guru secara serius serta fasilitas yang mendukung dunia pendidikan.
Momen ini jadi titik tolak bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjawab tuntutan kesejahteraan dan perlindungan profesi.
"Untuk para guru sendiri statusnya beragam dengan penghasilan yang berbeda-beda, mungkin untuk upaya PGRI agar semuanya setara. PGRI tentu melihat kebijakan dari regulasi pusat untuk masalah pengajian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Kotim sendiri sudah hampir seribu guru berstatus PPPK, sedangkan untuk guru pembantu diberikan PPPK paruh waktu. Secara perlahan pihaknya akan menyesuaikan dengan regulasi daerah dan kondisi APBD.
"Kita akan selalu berjuang bersama guru-guru di lapangan Sejauh ini masih ada guru-guru yang berpenghasilan ratusan ribu terlebih guru honorer yang menyesuaikan dengan anggaran BOS yang mereka dapat. Karena BOS itu dihitung menggunakan data jumlah murid. Nah jumlah murid sedikit kalau memang itu honor sekolah, yang hanya dieskakan oleh kepala sekolah itu antara 5000 ribu sampai 750 ribu,” jelasnya.
Sementara guru yang sudah PPPK paru waktu dengan dana BOS dialihkan ke penggajian guru honor yang memiliki Surat Keputusan (SK) dari Kepala Dinas (f1/sb)