Komisi III DPRD Kalteng Soroti Rendahnya Penyerapan Program 1.000 Rumah Guru
SB, PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, menyatakan bahwa rendahnya penyerapan Program 1.000 Rumah Guru perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait penyebarluasan informasi kepada para tenaga pendidik di daerah.
“Jika melihat data yang ada, capaian ini masih cukup jauh dari target. Kami menilai sosialisasi yang belum merata menjadi salah satu penyebab utama, terutama bagi guru di wilayah kabupaten,” ujar Sugiyarto, Rabu (10/12/2025).
Selain itu, di beberapa daerah, ketersediaan pengembang perumahan masih terbatas. Kondisi ini membuat proses pengajuan menjadi terhambat karena program ini mengharuskan kerja sama melalui pengembang.
“Di beberapa wilayah, pengembangnya belum ada. Karena skemanya melalui pengembang, tentu hal ini memengaruhi kelancaran pelaksanaan di lapangan,” tambahnya.
Aspek finansial calon penerima manfaat juga menjadi perhatian. Beberapa guru telah memiliki rumah dengan skema kredit lain sehingga perlu mempertimbangkan kemampuan membayar angsuran tambahan.
“Di samping itu, keterbatasan layanan Bank BTN di sejumlah kabupaten juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang ingin mengakses program tersebut. Tidak semua daerah tersedia kantor BTN. Ini menjadi salah satu kendala teknis yang perlu mendapat perhatian,” lanjutnya.
Program 1.000 Rumah Guru bersifat terbuka bagi seluruh guru yang memiliki Surat Keputusan (SK), baik guru negeri maupun swasta, mulai dari tingkat SD hingga SLTA, selama ber-KTP Kalimantan Tengah.
“Guru negeri, guru swasta, semuanya dapat mengajukan selama memenuhi syarat. Dinas Pendidikan telah menyiapkan tautan pendaftaran. Tinggal memastikan informasi ini sampai dengan baik ke seluruh wilayah,” pungkas Sugiyarto. (sb/*)