Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Resmi Luncurkan Logo HUT ke-73, Angkat Identitas Budaya dan Ikon Daerah

Redaksi 11-12-2025, 05:40 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor bersama Wabup Irawati dan jajaran meluncurkan logo HUT ke-73. (FOTO:ISTIMEWA)
Bupati Kotim, H Halikinnor bersama Wabup Irawati dan jajaran meluncurkan logo HUT ke-73. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 wilayah tersebut. Peluncuran dilakukan oleh Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu (10/12/2025).

“Kita sudah meluncurkan logo HUT ke-73 Kotim. Logo tersebut berbentuk angka 73 dengan motif di dalamnya. Logo itu didesain dengan corak khas dan warna hitam, biru, kuning, merah, dan hijau,” ujar Bupati Halikinnor.

Ia menjelaskan bahwa angka 3 dalam logo membentuk kepala burung tingang atau enggang, yang merupakan simbol budaya Dayak. Selain itu, turut disematkan desain PJU Terowongan Nur Mentaya, salah satu ikon terbaru Kabupaten Kotim.

Di sisi kanan angka 3, terdapat unsur bunga anggrek tebu yang melambangkan harmoni dan harapan kemajuan. Pada bagian atas logo, tertera tulisan “Kabupaten Kotawaringin Timur 7 Januari 1953-7 Januari 2026” yang menandai hari jadi daerah berjuluk Bumi Habaring Hurung tersebut. Di bawahnya tercantum tagline “Sinergi dan Kolaborasi untuk Kotim Harati”.

Menjelang peringatan HUT ke-73 yang tinggal sebulan lagi, Halikinnor mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan agar tetap nyaman, bersih, dan asri.

“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Perlu peran serta masyarakat dan dunia usaha untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Ia berharap Kotim dapat terus berkembang menjadi lebih maju, mandiri, serta menjadi percontohan di Kalimantan Tengah, mengingat daerah ini memiliki jumlah penduduk terbesar serta posisi strategis.

“Apalagi saat ini institusi Korem Panju Panjung yang ada di provinsi sudah berada di Kabupaten Kotim. Jadi sesuai motto Habaring Hurung, kita harus bersama-sama, karena membangun itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” tandas Halikinnor. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard