Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Resmi Buka Sampit Expo 2026 dan Festival Budaya Habaring Hurung

Redaksi 08-01-2026, 09:45 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor ketika membuka Sampit Expo 2026, Gelora Kriya Dekranasda Kotim, serta Festival Budaya Habaring Hurung pada puncak perayaan HUT ke-73 Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor ketika membuka Sampit Expo 2026, Gelora Kriya Dekranasda Kotim, serta Festival Budaya Habaring Hurung pada puncak perayaan HUT ke-73 Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor secara resmi membuka Sampit Expo 2026, Gelora Kriya Dekranasda Kotim, serta Festival Budaya Habaring Hurung, yang digelar pada Rabu malam (7/2/2026).

Dalam sambutannya, Halikinnor menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi rangkaian dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kotawaringin Timur ke-73, tetapi juga merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Event ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi dan sosial menuju Kotim yang sejahtera, bermartabat, maju, dan berkelanjutan,” ujar Halikinnor.

Ia menjelaskan, Sampit Expo 2026 menjadi panggung promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengusaha muda, serta pelaku ekonomi kreatif. Sebanyak 105 stand disediakan untuk menampilkan dan memperkuat branding produk-produk unggulan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh perangkat daerah, BUMD, dan BUMN yang mengisi sekitar 60 stand, sebagai sarana memperkenalkan berbagai layanan publik serta produk kepada masyarakat secara lebih terbuka dan dekat.

Dalam rangkaian Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026, terdapat 14 booth komunitas pengrajin dan seniman yang memberikan nuansa artistik sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Tak hanya itu, event ini juga dirangkai dengan Festival Budaya Habaring Hurung yang melombakan 17 atraksi kesenian, permainan, dan olahraga tradisional, sebagai upaya melestarikan warisan leluhur yang menjadi identitas serta sumber kreativitas masyarakat Kotawaringin Timur.

“Harapan kita, selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung sekitar satu minggu ini, akan terjadi perputaran uang yang diperkirakan mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar, di luar kegiatan eksternal, sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkas Halikinnor. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard