Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Warga Belakang Golden Resah, Minta Dibuatkan Pos Terpadu Lawan Peredaran Narkoba

Redaksi 13-01-2026, 09:41 WIB 1 menit baca
BNNK Kotim Bersama unsur Forkompinda, DPRD, TNI/POLRI saat sosialisasi pemberantasan narkoba.FOTO: ABU/SB
BNNK Kotim Bersama unsur Forkompinda, DPRD, TNI/POLRI saat sosialisasi pemberantasan narkoba.FOTO: ABU/SB

SB, SAMPIT - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama aparat penegak hukum, dan instansi lainnya mulai melakukan langkah nyata dalam menekan peredaran narkoba di kawasan Belakang Golden, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Kegiatan ini telah dimulai sejak Desember lalu dengan turun langsung ke lapangan bersama TNI, Polri, BNNK, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim, AKBP Muhammad Fadli mengatakan, kegiatan ini merupakan awal dari upaya jangka panjang yang akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Ini baru awal. Ke depan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. Sesuai aspirasi warga, mereka ingin dibangun pos terpadu di kawasan ini," ujarnya, Selasa (13/1/2025). 

Pos terpadu tersebut nantinya akan diisi oleh aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, unsur masyarakat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

Tujuannya untuk mengawasi wilayah yang selama ini rawan digunakan sebagai lokasi transaksi narkoba.

Warga mengaku sudah lama resah. Mereka menyebut bahwa pelaku transaksi bukanlah warga setempat, melainkan orang luar yang memanfaatkan banyaknya bangunan kosong di kawasan tersebut.

"Warga di sini sebenarnya tidak mau ambil risiko. Mereka hanya ingin keluarganya aman. Karena itu mereka sangat berharap ada kehadiran pemerintah dan aparat di sini," jelasnya.

Pihaknya berencana membahas lebih lanjut rencana pembangunan pos terpadu bersama DPRD karena membutuhkan dukungan anggaran serta keterlibatan personel lintas lembaga.

"Kami akan lakukan rapat lanjutan dengan semua unsur, termasuk dewan dan tokoh masyarakat, agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan berkelanjutan," pungkasnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard