Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Sukses Pergelaran Perdana Kolaborasi Tiga Event di Kotim

Redaksi 16-01-2026, 08:32 WIB 2 menit baca
Suasana Sampit Expo 2026 dalam rangkah memeriahkan HUT Ke-73 Kotim. FOTO: ABU/SB
Suasana Sampit Expo 2026 dalam rangkah memeriahkan HUT Ke-73 Kotim. FOTO: ABU/SB

SB, SAMPIT - Rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke-73 yang dirangkai dengan Sampit Expo, Festival Budaya Habaring Hurung, serta Pameran Dekranasda dinilai menjadi momentum penting dalam penguatan promosi UMKM dan pelestarian budaya daerah.

Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar secara kolaboratif ini memadukan pameran produk UMKM dengan pertunjukan dan lomba budaya tradisional, sebagai bentuk edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat Sampit.

"Ini pertama kali kita menggelar rangkaian kegiatan secara terintegrasi, menggabungkan expo UMKM dan festival budaya. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya berbelanja, tetapi juga mendapat edukasi tentang budaya lokal," ujar Ketua UMKM Harati, Rahmad Noor, Jumat (16/1/2025). 

Dalam rangkaian acara tersebut, terdapat sejumlah lomba budaya khas Dayak, seperti menghentak dan melamang. Menghentak merupakan tradisi menganyam hasil industri kecil dan menengah, yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Dayak, khususnya di wilayah Sampit dan sekitarnya.

" kegiatan ini, kita ingin memperkenalkan kembali tradisi masyarakat Dayak, sekaligus menunjukkan bahwa hasil anyaman dan kerajinan lokal kita memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain," katanya.

Ia mengungkapkan, dari Pameran Dekranasda terlihat banyak potensi kerajinan unggulan daerah yang bisa dikembangkan lebih jauh, seperti anyaman, ukiran, dan produk kriya khas Sampit yang layak menjadi oleh-oleh bagi wisatawan.

"Ternyata Kotim punya banyak produk unggulan yang bisa kita banggakan. Ini perlu terus dipromosikan agar wisatawan yang datang ke Kotim punya buah tangan khas daerah," ujarnya.

Sebagai pihak yang dipercaya pemerintah daerah dan berperan sebagai event organizer di lapangan, ia menilai pelaksanaan kegiatan secara umum telah berjalan sesuai harapan, meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi.

"Secara keseluruhan sudah sesuai ekspektasi, meskipun tentu masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Ke depan, koordinasi antar kegiatan lomba dan penampilan hiburan akan lebih dimaksimalkan agar semakin menarik bagi masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan kegiatan serupa direncanakan akan kembali digelar dengan skala yang lebih besar, kemungkinan pada pertengahan tahun 2026, dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Dekranasda dan sektor pariwisata.

"Kita ingin kolaborasi ini terus berlanjut. UMKM, pameran pembangunan, dan festival budaya memang harus digarap secara serius dan bersama-sama, agar promosi Kotim semakin kuat, baik secara offline maupun online," pungkasnya.

Menurutnya, melalui sinergi semua pihak, Kotim diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata, budaya, dan produk lokal yang patut diapresiasi. (f1/SB)

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard