Meski Musim Hujan, Hotspot Karhutla di Kotim Meningkat Sejak Awal 2026
SB, SAMPIT - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan tanda-tanda tidak biasa sejak awal tahun 2026.
Meski masih berada di musim hujan, jumlah titik panas (hotspot) justru terpantau meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat, sepanjang Januari 2026 telah terjadi delapan kejadian karhutla di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai tidak lazim karena blasanya Januari identik dengan curah hujan tinggi yang menekan potensi kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan peningkatan hotspot ini menjadi peringatan dini yang perlu diwaspadal semua pihak.
"Ini cukup tidak lazim. Walaupun hujan masih ada, tapi tidak signifikan, sehingga potensi kebakaran tetap muncul," ujar Multazam, Kamis (22/1/2026).
la menjelaskan, kebakaran terjadi hampir beruntun dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, dengan luasan bervariasi dari kecil hingga cukup besar.
Kejadian terluas tercatat pada 15 Januari 2026 di kawasan Simpang Kuala Pembuang, tepatnya di Jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4, dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 6 hektare. Sehari setelahnya, kebakaran kembali terjadi di Desa Babirah dengan luasan sekitar 0,05 hektare. Rentetan kejadian berlanjut pada 20 Januari 2026 di wilayah Eka Bahurui, meski luasan relatif kecil.
"Namun pada 21 Januari 2026, BPBD mencatat tiga kejadian kebakaran sekaligus dalam satu hari, masing-masing di Jalan Bawi Jahawen, Jalan Poros Perumahan Betang Raya, serta Desa Luwuk Bunter, dengan luasan di lokasi terakhir masih dalam pendataan,” ungkapnya. (f1/SB)