Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Puluhan Sekolah di Kotim Raih Penghargaan Adiwiyata

Redaksi 23-01-2026, 01:31 WIB 2 menit baca
Kepala DLH Kotim, Marjuki saat memberikan penghargaan.
Kepala DLH Kotim, Marjuki saat memberikan penghargaan.

SB, SAMPIT - Puluhan sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima penghargaan Adiwiyata sebagai bentuk komitmen dan budaya hidup peduli lingkungan yang tumbuh di satuan pendidikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Marjuki, mengatakan penghargaan Adiwiyata bukan sekadar prestasi, melainkan cerminan kesungguhan sekolah dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan hidup.

"Penghargaan Adiwiyata bukan hanya sekadar sebuah prestasi, melainkan cerminan komitmen dan budaya hidup peduli lingkungan yang tumbuh dan mekar di satuan pendidikan," ujar Marjuki, Jumat (23/1/2026).

la menjelaskan, terdapat beberapa kategori penghargaan Adiwiyata yang diberikan, di antaranya Adiwiyata Titik Pantau Adipura, Adiwiyata Kabupaten Tahun 2025, Adiwiyata Provinsi Tahun 2025, Adiwiyata Nasional, serta Adiwiyata Mandiri Tahun 2025.

"Total ada 38 sekolah negeri dan swasta di Kotim yang menerima penghargaan Adiwiyata," imbuhnya.

Marjuki memaparkan, dari total 596 sekolah di Kotim yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), baru sekitar 5 persen yang berhasil meraih predikat sekolah Adiwiyata.

"Rinciannya, 20 sekolah Adiwiyata Kabupaten, lima sekolah Adiwiyata Provinsi, empat sekolah Adiwiyata Nasional, dan tiga sekolah Adiwiyata Mandiri," jelasnya.

Menurutnya, keberadaan sekolah Adiwiyata membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik agar bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan bumi.

"Sekolah Adiwiyata telah membuktikan bahwa pendidikan mampu membentuk generasi yang peduli lingkungan dan memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam," ucap Marjuki.

la menambahkan, program Adiwiyata merupakan program nasional yang bertujuan menciptakan sekolah sebagai tempat belajar yang peduli lingkungan, serta membentuk kesadaran dan perilaku ramah lingkungan bagi seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun mandiri," ungkapnya.

Capalan tersebut, lanjut Marjuki, merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan konsistensi seluruh warga sekolah, termasuk dukungan orang tua serta peran aktif berbagai pihak.

"Dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama sangat berperan dalam keberhasilan ini," katanya.

la menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan mendorong penguatan pendidikan lingkungan hidup melalui program sekolah Adiwiyata.

"Kami berharap sekolah Adiwiyata dapat menjadi agen perubahan, menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lain serta masyarakat dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan, menjaga kebersihan, mengelola sampah berbasis sumber, dan memelihara tanaman demi pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan," pungkasnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard