Pemkab Kotim Siapkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Sementara Jembatan Kapten Mulyono
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan anggaran sebesar Rp400 juta pada tahun 2026 untuk perbaikan sementara Jembatan Kapten Mulyono di Sampit. Sementara itu, pembangunan jembatan baru ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun 2027 setelah seluruh tahapan kajian teknis rampung.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan bahwa pada tahun 2026 pihaknya masih memfokuskan kegiatan pada penyusunan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) sebagai dasar pembangunan jembatan permanen.
“Pada tahun ini kami masih melakukan studi kelayakan. Jembatan ini sudah cukup tua dan kami juga kesulitan mendapatkan data lama. Untuk pembangunan baru harus melalui kajian teknis terlebih dahulu, tahapannya memang harus dilalui,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Selama proses kajian berlangsung, lanjut Mentana, pemeliharaan rutin tetap dilakukan agar jembatan masih dapat digunakan oleh masyarakat. Namun, perbaikan yang bersifat sementara dinilai tidak akan bertahan lama jika hanya mengandalkan pemeliharaan bulanan.
“Kalau hanya dipelihara, satu bulan diperbaiki bisa rusak lagi. Karena itu kami menyiapkan anggaran perbaikan sementara, seperti penggantian plat dan kayu ulin, supaya setidaknya bisa bertahan sekitar satu tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, realisasi pembangunan jembatan baru pada tahun 2027 sangat bergantung pada hasil studi kelayakan serta kemampuan anggaran daerah. Rencana tersebut nantinya akan diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan diharapkan mendapat dukungan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Mentana juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat direncanakan penganggaran melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant untuk tahun 2026. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Untuk tahun 2026 kami menyiapkan Rp400 juta untuk perbaikan pemeliharaan. Sementara pembangunan jembatan baru ditargetkan pada tahun 2027, dengan besaran anggaran yang akan disesuaikan dengan hasil studi kelayakan dan kondisi anggaran,” pungkasnya.
(f1/SB)