Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

RSUD dr Murjani Sampit Matangkan Program KJSU, Layanan Jantung Jadi Prioritas

Redaksi 02-02-2026, 02:46 WIB 2 menit baca
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan

SB, SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit mulai mematangkan pelaksanaan program Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (KJSU) yang akan dijalankan secara bertahap sepanjang tahun 2026.

Salah satu layanan yang menjadi prioritas utama adalah layanan jantung, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan, mengatakan program KJSU tidak dapat dijalankan secara instan karena membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung yang memadai, khususnya untuk layanan jantung intervensi.

“Program KJSU ini memang menuntut kesiapan yang matang. Dokter spesialis yang terlibat harus mengikuti pendidikan tambahan kompetensi, terutama untuk tindakan kateterisasi dan pemasangan ring jantung,” ujar Anggun Iman Hernawan, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, pendidikan tambahan kompetensi bagi dokter spesialis jantung telah dimulai sejak Oktober 2024. Salah satu dokter, dr Robert, telah menyelesaikan pendidikan tersebut dan kembali bertugas pada November 2025.

Saat ini, RSUD dr Murjani Sampit telah memiliki dua dokter spesialis jantung, yakni dr Heru Dento dan dr Robert. Namun, layanan jantung intervensi belum dapat dijalankan karena alat Cath Lab (Catheterization Laboratory) masih dalam proses perbaikan.

“Klinik jantung sebenarnya sudah lama berjalan. Kami berharap perbaikan cathlab bisa selesai akhir Februari. Kalau tidak ada kendala, layanan tindakan jantung intervensi bisa mulai beroperasi pada Maret atau April 2026,” jelasnya.

Dengan beroperasinya layanan tersebut, pasien penyakit jantung dan stroke di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, yang selama ini kerap memakan waktu, biaya, serta meningkatkan risiko bagi pasien.

Selain layanan jantung, RSUD dr Murjani Sampit juga terus memperkuat layanan uro-nefrologi. Saat ini, rumah sakit telah mengoperasionalkan 12 mesin dialisis dan akan menambah 8 mesin lagi secara bertahap sepanjang tahun ini, sehingga total tersedia 20 mesin cuci darah.

Meski demikian, tingginya jumlah pasien membuat antrean layanan dialisis masih sangat panjang, bahkan mencapai lebih dari 300 orang.

“Pasien cuci darah reguler harus menjalani dialisis dua hingga tiga kali seminggu seumur hidup. Karena itu, antrean hampir tidak mungkin berkurang kecuali pasien meninggal dunia, pindah domisili, atau dirujuk ke rumah sakit lain,” paparnya.

Menurut Anggun, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit karena layanan dialisis membutuhkan kesiapan alat, tenaga medis, serta pembiayaan jangka panjang.

Sementara itu, untuk layanan kanker, Anggun mengakui saat ini belum dapat berjalan. Layanan tersebut terhenti sejak Agustus 2025 setelah dokter spesialis bedah onkologi, dr Win Teky Sendy, mengajukan pindah tugas ke Yogyakarta.

“Untuk layanan kanker, memang belum berjalan kembali karena keterbatasan dokter spesialis. Ini menjadi perhatian kami ke depan,” pungkasnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard