Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Meski Sering Diterpa Isu Negatif, Wabup Minta Pelayanan RS Murjani Tetap Maksimal

Redaksi 05-02-2026, 09:31 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim , Irawati foto bersama dengan pegawai RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim , Irawati foto bersama dengan pegawai RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menegaskan pentingnya pelayanan yang tulus dan maksimal kepada masyarakat, khususnya di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, meskipun sering berbagai kritik dan isu negatif yang beredar.

Irawati mengatakan, tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat pada dasarnya telah berupaya memberikan pelayanan terbaik. Namun, kesalahan kecil kerap lebih mudah disorot dibandingkan kebaikan yang telah dilakukan.

“Pelayan kita ini melayani dengan tulus, sama seperti dokter dan perawat yang sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tapi sering kali, satu kesalahan kecil saja yang muncul, sementara hal-hal baik yang sudah dilakukan seolah hilang semuanya. Inilah dinamika dalam melayani masyarakat,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Ia mengingatkan agar kritik yang muncul dijadikan sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta diniatkan sebagai amal ibadah.

“Kita bukan Tuhan yang memiliki kesempurnaan. Kita hanya manusia yang memiliki keterbatasan. Anggaplah semua koreksi itu sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Irawati juga mengakui bahwa pemerintah daerah tidak luput dari kritik atas kebijakan yang diambil.

“Kami di pemerintahan pun sering salah kebijakan dan mendapat penilaian buruk dari masyarakat. Itu hal yang biasa,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Irawati meminta agar pemberitaan terkait pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit dilakukan secara berimbang dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit.

“Saya mohon apabila ada berita-berita yang tidak enak didengar terkait pelayanan di RSUD, agar sebelum dinaikkan dilakukan konfirmasi terlebih dahulu. Berita itu akan dibaca masyarakat luas, jangan sampai tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.

Ia menilai media sosial saat ini menjadi sarana sosialisasi yang sangat cepat, namun juga berpotensi membentuk opini negatif jika informasi yang disampaikan tidak utuh.

“Sering kali saya mengonter berita-berita di media sosial yang saya anggap tidak sesuai fakta. Ada narasi-narasi yang terkesan ingin menjatuhkan rumah sakit,” ujarnya.

Sebagai contoh, Irawati menyinggung adanya video viral yang menyebut pasien tidak dilayani, padahal faktanya pasien tersebut meminta pulang sendiri.

“Video itu sudah beredar dan membuat citra rumah sakit menjadi negatif, padahal kenyataannya tidak seperti itu,” jelasnya.

Meski demikian, ia meminta seluruh petugas RSUD dr Murjani Sampit untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Di tengah isu-isu negatif, saya minta petugas rumah sakit tetap memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah mengusulkan kepada BPJS Kesehatan agar mengevaluasi kembali kebijakan fingerprint bagi pasien, karena dinilai menyulitkan masyarakat.

“Banyak keluhan, terutama pasien stroke yang harus bolak-balik hanya untuk mengambil obat atau resep karena kebijakan fingerprint. Tidak semua pasien memiliki kendaraan atau pendamping,” pungkasnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard