Pemkab Kotim Apresiasi 25 Tahun Dedikasi BAZNAS
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kotim yang telah genap berusia 25 tahun pada 17 Januari 2026 lalu.
Pejabat Daerah Sekda Kotim, Umar Kaderi, mengatakan, dua setengah dekade perjalanan BAZNAS bukanlah waktu yang singkat, melainkan perjalanan panjang yang penuh dedikasi dan komitmen dalam melayani umat.
“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS yang telah 25 tahun mengabdi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah umat. Ini merupakan perjalanan panjang yang sarat dengan keikhlasan dan kepedulian sosial,” ujar Umar Kaderi, Sabtu (7/2/2026).
Ia menegaskan, selama ini BAZNAS telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“BAZNAS berperan penting dalam penguatan nilai-nilai kepedulian sosial. Berbagai program di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kemanusiaan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotawaringin Timur,” katanya.
Umar menyebutkan sejumlah program BAZNAS yang dampaknya langsung dirasakan oleh para mustahik, di antaranya program Rumah Layak Huni BAZNAS, bantuan modal usaha, pengembangan usaha melalui bantuan peralatan, bantuan biaya pengobatan, penyediaan sarana sanitasi sehat, hingga bantuan tanggap bencana.
“Program-program tersebut sangat membantu masyarakat dan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Kotim,” jelasnya.
Dalam pengelolaan zakat, Umar menekankan bahwa BAZNAS tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid, mushola, langgar, instansi, perusahaan, hingga tingkat kecamatan dan desa dinilai sangat krusial.
Ia menilai, pelaksanaan rapat koordinasi UPZ yang digelar bertepatan dengan HUT ke-25 BAZNAS memiliki makna strategis, terlebih dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan.
“UPZ merupakan ujung tombak pengumpulan zakat. Perannya sangat penting dalam menggali potensi zakat, infak, dan sedekah di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Umar berharap terbangun kesamaan visi, penguatan sinergi, serta peningkatan kapasitas UPZ agar pengelolaan ZIS dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan akuntabel.
“Baik di lingkungan instansi pemerintah, masjid, sekolah, maupun komunitas masyarakat, pengelolaan ZIS harus terus diperkuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Umar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk terus mendukung penguatan kelembagaan BAZNAS dan UPZ.
“Kami meyakini bahwa zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat,” pungkasnya. (f1/SB)