Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Komisi II DPRD Kotim Titip PR ke Plt Kadis Baru, Benahi Pengelolaan Pasar Tradisional

Redaksi 04-03-2026, 01:10 WIB 2 menit baca
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor

SB, SAMPIT – Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menaruh harapan besar pada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan yang baru, Muslih. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum pembenahan pengelolaan pasar tradisional agar lebih optimal dan mampu bersaing dengan ritel modern.

Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, mengucapkan selamat atas serah terima jabatan dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara Plt kadis baru dan DPRD sebagai mitra kerja pemerintah daerah.

“Kami ingin ada sinergi. Kalau ada kegiatan atau fungsi pengawasan, DPRD bisa diberitahukan dan dilibatkan,” tegas Akhyannoor, Rabu (4/3/2026).

Menurut Akhyannoor, keterbukaan informasi menjadi kunci dalam menyikapi persoalan dan keluhan masyarakat, khususnya terkait pengelolaan pasar. Komisi II juga menyampaikan apresiasi kepada kepala dinas sebelumnya, Johny Tangkere, atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat.

Beberapa pasar tradisional menjadi sorotan serius DPRD, antara lain Pasar PPM Sampit, Pasar Parenggean, Pasar Pelangsian, dan Pasar Samuda. Pasar-pasar tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kondisinya ada yang seperti hidup segan mati tak mau. Ini perlu langkah konkret supaya pasar benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Terkait wacana pengelolaan pasar oleh BUMD atau Perumda, Komisi II tidak mempermasalahkan selama sistem manajemen dan tata kelola dijalankan secara profesional. “Jangan sampai habis modalnya saja untuk mengelola, tapi tidak ada kemajuan. Manajemen dan keuangan harus tertata,” tambah Akhyannoor.

Selain persoalan internal, DPRD juga menyoroti tantangan eksternal berupa persaingan ketat dengan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, maupun toko serba Rp35 ribu. Kehadiran toko modern dengan fasilitas nyaman dan promo diskon besar membuat masyarakat lebih tertarik berbelanja di sana dibanding pasar tradisional.

“Sudah tempatnya lebih nyaman, kemudian sering diskon, maka masyarakat lebih tertarik belanja di sana dibanding ke pasar tradisional. Itu yang harus dipikirkan pemerintah,” jelasnya.

Ia menambahkan, persaingan akan semakin terbuka ke depan, sehingga pasar tradisional harus mampu beradaptasi. “Persaingan ke depan makin terbuka. Pasar bebas sudah berjalan. Jadi kuncinya tetap pada manajemen pengelolanya, baik itu oleh dinas maupun Perumda,” ungkap Akhyannoor.

Komisi II DPRD Kotim berharap Plt kadis yang baru dapat membangun komunikasi terbuka dan memperkuat koordinasi dengan legislatif. Dengan kerja sama yang solid, pasar-pasar di Kotim diharapkan tumbuh menjadi pusat ekonomi rakyat yang kuat, modern, dan berdaya saing. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard