Disdik Kotim Dorong Guru Siap Era Digital Lewat Program Smart School
SB, SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong peningkatan kualitas guru agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan modern. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penguatan kompetensi guru berbasis Smart School.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kotim, Edie Sucipto, mengatakan bahwa peran guru saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan materi di kelas, melainkan juga berperan sebagai pembimbing, pengarah, dan evaluator dalam proses pembelajaran siswa.
“Guru profesional tidak hanya hadir untuk mengajar, tetapi juga membimbing, melatih, dan mengevaluasi setiap proses belajar. Guru juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, terlebih di era digital seperti sekarang,” ujar Edie, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, konsep Smart School memanfaatkan teknologi digital secara menyeluruh, tidak hanya untuk mendukung proses belajar-mengajar, tetapi juga manajemen sekolah serta komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Program ini menekankan penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang proses belajar siswa.
Edie menekankan, tanggung jawab guru kini semakin luas. Selain mengajar, guru juga berperan membimbing dan mengevaluasi perkembangan belajar peserta didik secara berkelanjutan.
“Mindset kita harus berubah. Guru harus membimbing, melatih, hingga mengevaluasi. Evaluasi bukan hanya ulangan semester, tetapi asesmen formatif setiap kegiatan belajar. Ada tanggung jawab besar terhadap peserta didik,” tegasnya.
Ia juga menyinggung regulasi terbaru, yakni Permendikbud Nomor 13 Tahun 2025, yang mengubah Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Regulasi ini menekankan penerapan deep learning di semua jenjang pendidikan, dari PAUD hingga menengah. Meski struktur kurikulum tidak berubah, metode penyampaian materi diharapkan lebih mendalam agar pemahaman siswa semakin kuat.
“Teknologi sudah mengelilingi kehidupan kita. Tapi secanggih apapun IT, jika SDM-nya tidak siap, tidak akan bermakna. Oleh karena itu, pemberdayaan SDM harus ditingkatkan agar pemanfaatan IT tepat sasaran dan berdampak nyata pada kemajuan pendidikan,” pungkas Edie.
Program Smart School ini diharapkan mampu mencetak guru profesional yang adaptif dan mendukung kualitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur. (f1/sb)