Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Minta Kesiapan Maksimal Hadapi El Nino, Fokus Pencegahan Karhutla dan Perlindungan Warga

Redaksi 27-03-2026, 03:00 WIB 2 menit baca
Wakil Ketua DPRD Kotim, Juliansyah
Wakil Ketua DPRD Kotim, Juliansyah

SB, SAMPIT – Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino diprediksi akan melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa bulan mendatang. Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kotim, Juliansyah, menegaskan perlunya kesiapan seluruh pihak untuk mencegah potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak lain terhadap masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak boleh lengah. Kita harus menyiapkan skenario bersama seluruh pihak terkait, mulai dari relawan, BPBD, perusahaan, hingga pemegang konsesi,” ujar Juliansyah, Jumat (27/3/2026).

Juliansyah menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam menghadapi dampak El Nino. Penurunan curah hujan yang signifikan, menurutnya, akan meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah Kotim yang banyak lahan gambut dan area terbuka yang mudah terbakar.

“Pengalaman karhutla sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Tanpa kesiapan yang matang, dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan warga dan aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, fokus utama harus pada pencegahan, bukan sekadar penanganan setelah kebakaran terjadi. Hal ini mencakup peningkatan patroli rutin, kesiapan sarana dan prasarana pemadam, serta edukasi masyarakat agar lebih waspada.

“Langkah pencegahan harus diprioritaskan: patroli intensif, peralatan pemadam siap pakai, dan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan,” tegas Juliansyah.

Selain itu, Juliansyah juga menyoroti tanggung jawab perusahaan besar swasta (PBS) dan pemegang konsesi hutan dalam menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran.

“Perusahaan wajib ikut bertanggung jawab. Mereka harus memastikan lahannya aman, memiliki tim siaga kebakaran, dan siap bergerak kapan saja,” katanya.

DPRD Kotim, lanjutnya, siap mendukung pemerintah daerah melalui kebijakan dan anggaran guna memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Saya berharap koordinasi lintas sektor segera dilakukan agar Kotim benar-benar siap menghadapi ancaman El Nino,” pungkas Juliansyah.

Fenomena El Nino biasanya ditandai dengan musim kemarau lebih panjang dan curah hujan yang rendah. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga dapat memicu kekeringan, menurunkan kualitas air, serta mengganggu aktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat.

Dengan kesiapan sejak dini, diharapkan risiko yang timbul dapat diminimalkan, dan keselamatan warga serta kelestarian lingkungan tetap terjaga. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard