Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Langkah Serius Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Gelar AMP 2026

Redaksi 02-04-2026, 10:45 WIB 2 menit baca
Dinkes Lamandau ketika melakukan kegiatan audit maternal Peringatan Surveilans Respon Triwulan I 2026. (FOTO: ISTIMEWA)
Dinkes Lamandau ketika melakukan kegiatan audit maternal Peringatan Surveilans Respon Triwulan I 2026. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, NANGA BULIK — Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP) Surveilans Respon Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lobby kantor Dinas Kesehatan setempat dan menjadi forum penting dalam mengevaluasi serta memperkuat penanganan kasus kesehatan ibu dan bayi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi medis, yakni dokter spesialis anak dari RSUD Gusti Abdul Gani, Rahmawan Sakup Mapianto, yang memberikan pemaparan terkait penanganan kasus neonatal dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lamandau, Mahrus Ependi, menegaskan bahwa kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP) merupakan langkah strategis dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di daerah.

“Tujuan utama dari kegiatan Audit Maternal Perinatal ini adalah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui telaah menyeluruh terhadap kasus kematian maupun kesakitan yang terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat mengidentifikasi akar permasalahan yang terjadi di lapangan, baik dari sisi pelayanan kesehatan, rujukan, maupun faktor non-medis lainnya.

“Dari hasil audit ini, kita dapat mengidentifikasi akar masalah secara lebih komprehensif, sekaligus merumuskan rekomendasi yang tepat untuk penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun di fasilitas rujukan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mahrus menekankan pentingnya sinergi lintas profesi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

“Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi dan evaluasi bersama antara tenaga kesehatan, sehingga ke depan penanganan kasus dapat lebih cepat, tepat, dan terintegrasi,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber Rahmawan Sakup Mapianto dalam paparannya menyoroti pentingnya deteksi dini serta penanganan cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan pada bayi baru lahir.

“Penanganan neonatal yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan bayi. Oleh karena itu, kesiapan tenaga kesehatan serta sistem rujukan yang efektif menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian bayi,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Lamandau, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Melalui pelaksanaan Audit Maternal Perinatal ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh, serta terbangunnya sistem respons yang lebih efektif dalam menangani kasus-kasus maternal dan neonatal, guna mewujudkan derajat kesehatan ibu dan bayi yang lebih baik di Kabupaten Lamandau. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard