Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda, TNI Hadirkan Solusi Nyata untuk Warga Habaring Hurung
SB, PALANGKA RAYA - Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai di Jalan Bengaris II, Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Kegiatan ground breaking ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 1016/Plk, Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, yang mendampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin melalui Vicon bersama jajaran Kodam XXII.
Jembatan ini termasuk dalam proyek strategis nasional yang mendapat perhatian Presiden Republik Indonesia. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, bertindak sebagai Dansatgas Jembatan Garuda, sementara Kodim 1016/Palangka Raya bertugas sebagai unsur pelaksana di lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk memastikan pembangunan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Pangdam XXII/Tambun Bungai menekankan bahwa jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik.
“Jembatan Perintis Garuda adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan akses yang lebih terbuka, masyarakat dapat memasarkan hasil bumi lebih mudah dan menggerakkan roda ekonomi mikro, sehingga kesejahteraan warga meningkat,” ujar Mayjen Zainul Arifin.
Pangdam juga menambahkan, pembangunan jembatan akan mengatasi kendala geografis yang selama ini menghambat mobilitas warga, serta mempermudah distribusi logistik dan akses pelayanan publik.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Pangdam XXII. Jembatan Perintis Garuda dirancang memiliki panjang 12 meter dan lebar 2,5 meter, dengan target penyelesaian kurang lebih satu bulan. Keberadaannya diharapkan mendukung aktivitas ekonomi, khususnya distribusi hasil pertanian warga setempat.
Komandan Kodim 1016/Plk, Kolonel Kurniawan Agung Sancoyo, menyampaikan harapannya agar pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.
“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar pembangunan jembatan ini selesai tepat waktu,” katanya.
Warga setempat menyambut gembira kehadiran jembatan baru ini. Salah satunya, Musair (63), menyatakan rasa terima kasihnya.
“Jalan ini jalur terdekat anak-anak ke sekolah dan akses ke kebun. Sebelumnya kami membangun jembatan kayu secara swadaya, tapi sering rusak. Pernah ada mobil pick up tercebur ke sungai. Dengan jembatan beton ini, kami lebih aman dan bisa mengangkut hasil pertanian langsung ke lokasi,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat Habaring Hurung diharapkan lebih mudah mengakses sekolah, kebun, dan pusat kegiatan ekonomi, sekaligus menegaskan peran TNI sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. (sb/*)