Bazar UMKM Vol II Resmi Dibuka, Pemkab Lamandau Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
SB, NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau kembali menggelar Bazar UMKM Vol II yang resmi dibuka di kawasan Alun-alun Kota Nanga Bulik, Sabtu malam (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembukaan bazar dilakukan langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, didampingi Wakil Bupati Abdul Hamid. Acara berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai stan UMKM serta hiburan panggung yang menampilkan artis lokal hingga artis ibu kota.
Bazar UMKM Vol II ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 April 2026. Menariknya, kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua yang sepenuhnya dikelola oleh pihak swasta bersama sponsor, tanpa menggunakan anggaran dari APBD.
Bupati Rizky menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung perkembangan UMKM agar mampu bersaing dan naik kelas.
“Kegiatan seperti ini harus terus kita dorong dan dilaksanakan secara konsisten, karena menjadi salah satu kunci dalam memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan hadir dan berbelanja di bazar tersebut.
“Kami mengajak masyarakat untuk datang, tetap tertib, dan berbelanja di bazar ini agar UMKM kita semakin berkembang,” tambahnya.
Sebelum pembukaan resmi, Bupati bersama Wakil Bupati menyempatkan diri mengelilingi stan UMKM. Keduanya berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha dan pengunjung, sekaligus melihat berbagai produk lokal yang ditampilkan.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan pertunjukan kembang api yang menandai dimulainya kegiatan. Secara simbolis, Bupati Rizky membuka acara tersebut.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Bazar UMKM Vol II secara resmi kita buka malam ini,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Kabupaten Lamandau semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (sb/*)