Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Banjir di Kotim Makin Meluas

Redaksi 18-05-2026, 10:11 WIB 2 menit baca
Debut air makin meninggi dan banjir di Kotim terus meluas dan sejumlah wilayah mulai terendam. (FOTO: ISTIMEWA)
Debut air makin meninggi dan banjir di Kotim terus meluas dan sejumlah wilayah mulai terendam. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Banjir akibat luapan Sungai Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus meluas dan diperkirakan bergerak hingga wilayah hilir di Kecamatan Kota Besi dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, sedikitnya 174 rumah warga terdampak banjir akibat tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu Sungai Mentaya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotim, Multazam, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian massal. Namun, sejumlah warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga maupun tetangga terdekat yang lebih aman.

“Untuk aktivitas masyarakat sementara menggunakan transportasi air,” ujar Multazam, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, BPBD Kotim bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan pemantauan perkembangan debit air serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan relawan di wilayah bantaran Sungai Mentaya.

Kesiapsiagaan kini juga difokuskan di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, yang diprediksi menjadi titik akhir luapan banjir estafet dari wilayah hulu.

Selain merendam rumah warga, banjir turut berdampak terhadap tiga tempat ibadah, delapan fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintahan, serta sekitar 2.600 meter jalan desa dan kabupaten.

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 99 kepala keluarga (KK) atau 219 jiwa terdampak banjir di sejumlah wilayah Kotim.

“Daerah yang masih dilanda banjir berada di Kecamatan Mentaya Hulu, meliputi Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Kawan Baru, dan Kelurahan Kuala Kuayan,” kata Multazam.

Sementara itu, kondisi banjir di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, serta Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, dilaporkan mulai surut. Sedangkan untuk Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, BPBD masih menunggu laporan perkembangan terbaru.

BPBD juga menyiapkan asesmen lanjutan terhadap lokasi longsor di Desa Tumbang Mujam bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait. Pendataan rumah maupun fasilitas terdampak masih terus dilakukan, khususnya di wilayah yang debit airnya mengalami kenaikan akibat kiriman dari hulu.

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, curah hujan di wilayah Kotim diprediksi mulai menurun pada Dasarian III Mei 2026.

Meski demikian, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard