Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Pemkab Lamandau Perkuat Sinergi Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting

Redaksi 22-05-2026, 03:35 WIB 1 menit baca
Plh Lamandau, Joni Elen menyampaikan sambutan pada rapat penurunan angka stunting di daerah. (FOTO:ISTIMEWA)
Plh Lamandau, Joni Elen menyampaikan sambutan pada rapat penurunan angka stunting di daerah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penanganan kemiskinan dan penurunan angka stunting di daerah. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kabupaten Lamandau Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau, Joni Elen, di Aula Bapperida, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutannya, Joni Elen menegaskan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.

“Stunting atau gagal tumbuh masih menjadi persoalan serius sekaligus ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, termasuk di Kabupaten Lamandau. Karena itu, penurunan stunting menjadi program prioritas daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak melalui program yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain persoalan stunting, Joni juga menyoroti penanganan kemiskinan yang menurutnya tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan masyarakat, tetapi juga menyangkut kerentanan sosial, pemenuhan hak dasar, hingga ketimpangan kualitas hidup masyarakat.

“Program penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan secara terintegrasi dan konvergen di seluruh tingkatan pemerintahan,” katanya.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga disampaikan capaian Kabupaten Lamandau dalam menekan angka kemiskinan. Berdasarkan data tahun 2025, persentase angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah berada pada angka 4,94 persen, sedangkan Kabupaten Lamandau tercatat sebesar 3,33 persen atau menjadi yang terendah di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamandau tercatat hanya sebesar 0,03 persen.

Meski mencatat capaian positif, Joni Elen mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak cepat berpuas diri dan tetap memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program-program penanganan kemiskinan dan stunting di Kabupaten Lamandau. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard