Sempat viral, polisi pastikan penemuan kerangka bukan tulang manusia. FOTO: ISTIMEWA/SB
SB, SAMPIT- Temuan kerangka di bawah jembatan Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sempat menghebohkan warga dan viral di media sosial. Namun, hasil pemeriksaan awal kepolisian memastikan kerangka tersebut bukan berasal dari manusia.
Kapolsek Baamang, IPTU Dr. Helmi Hamdani, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan setelah menerima informasi yang beredar melalui media sosial terkait dugaan penemuan kerangka manusia di lokasi tersebut.
"Unit Reskrim Polsek Baamang bersama SPKT, personel Inafis Polres Kotim, dan PMI Kotim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan," ujar Helmi saat dikonfirmasi, pada Selasa (9/6/2026).
Setibanya di lokasi, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kerangka yang berada di aliran air dangkal di bawah jembatan. Berdasarkan hasil identifikasi awal, tulang-belulang tersebut diduga merupakan kerangka hewan.
"Hasil pengecekan sementara menunjukkan bahwa kerangka tersebut bukan kerangka manusia, melainkan diduga kerangka hewan," jelasnya.
Meski demikian, untuk memastikan identifikasi secara ilmiah, polisi tetap membawa kerangka tersebut ke RSUD dr. Murjani Sampit guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Kerangka sudah diamankan dan dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk pemeriksaan lanjutan agar hasilnya benar-benar pasti," tambah Helmi.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan tulang-belulang di bawah jembatan Jalan Bumi Raya I beredar luas di media sosial dan sejumlah grup percakapan. Rekaman tersebut memicu berbagai spekulasi di masyarakat karena banyak warga menduga tulang yang ditemukan merupakan kerangka manusia.
Namun, setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian, dugaan tersebut tidak terbukti. Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta menunggu hasil pemeriksaan resmi," tegas Helmi. (f1/sb)