seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Asyik Memancing, Pria 51 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Buah Naga Kalampangan

by Redaksi - Tanggal 15-06-2026,   jam 02:39:10
Jasad korban saat pertama kali ditemukan tewas di kebun buah naga, Minggu (14/6/2026). (FOTO:ISTIMEWA) Jasad korban saat pertama kali ditemukan tewas di kebun buah naga, Minggu (14/6/2026). (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Hobi memancing yang dijalani seorang pria paruh baya di kawasan Jalan Kameloh Misik, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, berakhir tragis. SU (51), warga Jalan Bakung Merang, Kelurahan Tanjung Pinang, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan buah naga, Minggu (14/6/2026) sore.

Penemuan jasad korban bermula saat seorang petani buah naga, Anton Haris Wahyudi (47), tengah melakukan penyerbukan bunga di sekitar lokasi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat beraktivitas, ia melihat seorang pria tergeletak di atas tanah dalam posisi terlentang.

Merasa curiga, Anton mencoba menghampiri dan membangunkan korban. Namun tidak ada respons yang diberikan. Ia kemudian memanggil rekannya, Suryadi (51), untuk memastikan kondisi korban sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan warga, personel Satreskrim Polresta Palangka Raya, Unit Inafis, dan Polsek Sabangau langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi terhadap korban.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol mengatakan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tim Inafis telah melakukan identifikasi dan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban,” ujarnya.

Di sekitar lokasi penemuan jenazah, petugas turut menemukan sejumlah barang milik korban berupa satu set alat pancing, sebuah topi, serta satu galon berisi ikan hasil tangkapan yang diduga diperoleh korban sebelum meninggal dunia.

“Barang-barang milik korban masih berada di lokasi, termasuk alat pancing dan hasil tangkapannya. Seluruhnya telah diamankan untuk kepentingan pendataan dan penyelidikan,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil visum dokter forensik, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar delapan jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq mengatakan, dugaan sementara korban meninggal akibat faktor kesehatan saat sedang memancing seorang diri di lokasi tersebut.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, belum ditemukan unsur tindak pidana maupun tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal akibat sakit mendadak atau faktor kesehatan saat sedang memancing,” katanya.

Saat ini pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan keluarga korban untuk melengkapi data terkait riwayat kesehatan almarhum. Setelah seluruh proses selesai, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” pungkasnya. (rk/sb)