seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Warga Apresiasi Proyek Drainase DI Penjahitan

by Redaksi - Tanggal 11-07-2026,   jam 16:41:34
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah

SB, SAMPIT - Warga dan pedagang di sepanjang Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan drainase permanen yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Bentuk dukungan tersebut ditunjukkan dengan kesediaan mereka membongkar bangunan maupun lapak yang berdiri di atas saluran drainase demi kelancaran proyek.

Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pemilik rumah dan pedagang yang berada di sepanjang jalur pembangunan. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait tahapan pekerjaan sekaligus mengantisipasi adanya pembongkaran pada sejumlah titik yang menutup saluran drainase.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada pemilik rumah dan para pedagang yang berjualan di atas drainase. Mereka kami sampaikan bahwa nantinya harus bersedia dilakukan pembongkaran pada titik-titik yang akan dibangun drainase. Alhamdulillah pada prinsipnya semuanya bersedia dan tidak ada yang keberatan," ujar Irpansyah, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, sosialisasi dan uji publik telah digelar di Aula Kelurahan Ketapang dengan melibatkan warga, pedagang, serta instansi terkait. Meski tidak seluruh undangan dapat hadir karena bertepatan dengan jam kerja, informasi mengenai rencana pembangunan telah diterima masyarakat dan mendapat respons positif.

Menurut Irpansyah, pembangunan drainase akan dilakukan di kedua sisi Jalan D.I. Panjaitan. Salah satu jalur drainase akan dihubungkan hingga Sungai Mentaya agar aliran air dari kawasan Jalan D.I. Panjaitan, Jalan Pelita, dan sekitarnya dapat mengalir lebih lancar menuju sungai.

"Harapan kami setelah drainase ini dibangun, genangan yang selama ini sering terjadi di Jalan Pelita tidak terjadi lagi. Kami juga berharap pembangunan drainase nantinya bisa dilanjutkan di Jalan Pelita agar aliran air benar-benar lancar sampai ke Sungai Mentaya," katanya.

Selama ini, kawasan Jalan D.I. Panjaitan dan Jalan Pelita menjadi salah satu titik rawan genangan saat hujan deras. Ketinggian air bahkan kerap mencapai di atas mata kaki sehingga mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.

Irpansyah menilai kondisi tersebut dipicu oleh banyaknya saluran drainase yang tertutup bangunan dan cor beton milik warga sehingga aliran air tidak berfungsi secara optimal. Karena itu, bangunan yang berdiri di atas saluran akan dibongkar oleh pelaksana proyek saat pekerjaan dimulai.

 "Respons masyarakat sangat baik. Mereka mendukung dan siap. Pembongkaran nanti dilakukan oleh pihak pelaksana pekerjaan, sehingga warga tinggal mendukung prosesnya," jelasnya.

Pemerintah kecamatan, lanjut Irpansyah, juga telah beberapa kali menyampaikan surat pemberitahuan kepada warga sebelum pelaksanaan proyek. 

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki waktu mempersiapkan diri sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

Pembangunan drainase permanen di Jalan D.I. Panjaitan merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam meningkatkan sistem drainase perkotaan.

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk pembenahan drainase di Jalan D.I. Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut sebagai upaya mengurangi genangan yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kawasan Kota Sampit.

Irpansyah berharap proyek tersebut segera direalisasikan sehingga persoalan banjir dan genangan di kawasan tersebut dapat teratasi. Selain meningkatkan kelancaran aliran air, pembangunan drainase juga diharapkan mendukung penataan kawasan perkotaan agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.(f1/sb)