Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Kasus Diare Melonjak di Sampit, 401 Pasien Dirawat RSUD Murjani dalam Enam Bulan

Redaksi 23-07-2026, 14:51 WIB 1 menit baca
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E

SB, SAMPIT – Kasus diare masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sepanjang Januari hingga Juni 2026, RSUD dr Murjani Sampit mencatat sebanyak 401 pasien harus menjalani perawatan inap, sementara 175 pasien lainnya mendapatkan pelayanan rawat jalan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengatakan diare merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama saat musim kemarau ketika risiko gangguan kebersihan air dan lingkungan meningkat.

"Jika diare terjadi lebih dari tiga kali sehari, apalagi disertai muntah, demam, atau tanda kekurangan cairan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan data RSUD dr Murjani, kasus rawat inap tertinggi terjadi pada April dengan 84 pasien. Sementara jumlah pasien rawat jalan terbanyak tercatat pada Februari dengan 38 pasien.

Dr Candra mengimbau masyarakat memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penularan diare. Upaya sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan dan air minum yang bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan dinilai sangat penting.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengingatkan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh dengan cepat dan berisiko menimbulkan dehidrasi berat.

"Diare berkembang sangat cepat. Saat cairan tubuh banyak hilang, kondisi pasien bisa memburuk, terutama pada bayi dan balita yang lebih rentan mengalami dehidrasi," katanya.

Dinas Kesehatan Kotim meminta masyarakat tidak menunda membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami diare berulang, muntah, atau muncul tanda-tanda kekurangan cairan. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi dan menekan risiko akibat diare yang tidak segera ditangani. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard