Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Pemprov Pastikan Jalur Distribusi Bapok di Daerah Lancar

Redaksi 28-02-2023, 12:18 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kalteng Aster Bonawaty (FOTO:YUDHA)
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kalteng Aster Bonawaty (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H Nuryakin pada Senin 27/02/2023 di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2023 secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI).

Usai mengikuti Rakor, Sekda Nuryakin menyampaikan berdasarkan dari paparan yang disampaikan Mendagri berkaitan dengan kenaikan harga, yang menjadi perhatian yakni Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Katingan dalam ketersediaan Bahan Pokok (Bapok)

"Kita tentu saja akan mencari masalahnya apa. Kalau dari jalur distribusi sebenarnya tidak masalah karena ini jalan lintas, mungkin kesediaan pasokan. Pasokannya harus dipastikan apakah ada masalah lain dan harus segera diinventarisir,” tutur Nuryakin.

Sekda berharap menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK), dari Tim Satgas Pangan bisa turun langsung mengecek ketersediaan pangan dan jalur distribusinya.

“Tim Satgas Pangan bersiap-siap memonitoring bahan-bahan pokok penting yang ada di kabupaten/kota dan jika perlu dilaksanakan rapat koordinasi dengan kabupaten/kota,” tambahnya.

Dirinya meminta agar koordinasi tetap terus dilakukan, sehingga upaya-upaya yang dilakukan dapat menahan laju inflasi atau menjaga ketersediaan pasokan di pasaran.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng, Aster Bonawaty mengatakan, komoditas yang harus diperhatikan di Kalteng yakni beras, minyak goreng, cabai dan daging ayam.

“Kalau di Dinas Perdagangan, tugasnya lebih memantau harga beras ada kenaikan atau tidak. Untuk penyediaan stok kita bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, pokoknya semua instansi yang ada di Tim TPID. Kita harus mengamankan stok, kemudian memonitor jalur distribusi agar tidak terhambat,” jelas Aster Bonawaty.

Saat ini lanjutnya, dalam menekan harga dipasaran pihaknya juga telah mengadakan pasar penyeimbang atau pasar murah, dimana dengan adanya pasar penyemibang itu daya beli masyarakat akan kebutuhan pokok dapat terpenuhi dengan harga murah. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard