seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Ambil Obat di RSUD Murjani Sampit Masih Antrean Manual, Ini Alasannya

by Redaksi - Tanggal 29-08-2026,   jam 15:32:05
Tampak kondisi anteran bagi pasien rawat jalan di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:DOK SEPUTAR BORNEO) Tampak kondisi anteran bagi pasien rawat jalan di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:DOK SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Pendaftaran pasien poliklinik di RSUD dr Murjani Sampit sudah dilakukan 100 persen secara online melalui Mobile JKN. Namun, untuk mengambil obat, pasien masih harus datang langsung dan antre di loket farmasi.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan pasien wajib hadir karena proses pengambilan obat menggunakan verifikasi biometrik berupa pengenalan wajah dan sidik jari.

“Pasien harus datang sendiri karena ada verifikasi identitas menggunakan biometrik, baik pengenalan wajah maupun sidik jari,” kata Yulia, Sabtu (29/8/2026).

Artinya, obat tidak bisa diambil oleh orang lain atau menggunakan jasa ojek online, kecuali untuk kondisi darurat tertentu.

Yulia menjelaskan, setelah resep diterima, petugas masih harus melakukan beberapa tahap pemeriksaan sebelum obat diserahkan kepada pasien.

Meski masih manual, rumah sakit menargetkan waktu tunggu maksimal 30 menit untuk obat jadi dan 60 menit untuk obat racikan.

“Untuk obat jadi maksimal 30 menit, sedangkan obat racikan maksimal 60 menit,” ujarnya.

Ia mengakui layanan farmasi belum sepenuhnya terhubung dengan sistem pendaftaran online. Karena itu, pasien tetap harus menyelesaikan proses pengambilan obat di loket.

“Prosesnya masih manual di loket farmasi. Petugas harus melakukan verifikasi resep dan menyiapkan obat satu per satu,” jelasnya.

Depo Farmasi Rawat Jalan RSUD dr Murjani melayani pasien Senin-Sabtu, pukul 07.00-17.00 WIB.

Pihak rumah sakit terus mengevaluasi sistem pelayanan agar antrean obat bisa lebih cepat tanpa mengurangi ketelitian dan keamanan pasien. (f1/sb)